Bisa Dipercaya

Rusunawa Kertapati Kembali Direhab

img_0929

Palembang – Asisten IV Setda Kota Palembang,  Agus Kelana mengatakan perkembangan Rusunawa Kertapati saat ini masih belum terisi penuh. Pasalnya dari 297 unit siap huni baru terisi 34 unit saja.

“Angkutan transportasi yang masih belum banyak disana menjadi salah satu kendala. Karena itu masih sepi,” ujarnya Senin (11/10) usai rapat di ruang Rapat II Pemkot.

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

Bukan hanya terkendala dari sisi transportasi saja, sarana dan prasarana lainnya seperti sekolah dan pasar yang belum memadai pun menjadi alasan masih sepinya hunian di rusunawa tersebut. Diakui Agus pihaknya dalam hal ini berusaha untuk memenuhi dan melengkapi fasilitas yang ada disana. “PDAM sudah ada dan untuk keperluan lainnya akan segera dipenuhi karena itu kita rapatkan terkait hal ini,” jelas dia.

Diakuinya untuk memancing masyarakat agar mau menyewa di rusunawa tersebut Pemkot tentunya sudah mempersiapkan segala sarana dan prasarana penunjang. Untuk fasilitas sekolah memang sudah ada. Hanya saja sekolah tersebut milik swasta. “Ada juga sekolah di seberangnya namun sudah masuk di kecamatan Ogan ilir,” katanya.

Selain sekolah fasilitas umum lainnya seperti pasar dan puskesmas pembantu (pustu) juga dibutuhkan. Namun demikian semua itu perlu dikaji lebih mendalam sejauh mana fasilitas umum tersebut bisa menarik masyarakat untuk tinggal disana. “Jangan sampai semua sudah lengkap tapi penghuninya masih belum banyak,” tukasnya.

Senada di sampaikan Direktur Operasional PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Palembang, Antoni Rais mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan perbaikan terhadap fasilitas rusunawa yang mengalami kerusakan. Seperti bocor dan kabel listrik yang banyak hilang. Anggaran perbaikan tersebut didapatkan dari bantuan Kementrian Perumahan Rakyat.

“Perbaikannya menelan biaya sebesar 2,7 miliar,”ulasnya sembari mengatakan ditahun 2017 mendatang akan disiapkan lagi satu milyar untuk perbaikan dilingkungan sekitar rusunawa.

Diakuinya rusunawa yang terdiri dari 6 tingkat dan 4 blok tersebut sejak diserahkan pengelolaannya kepada SP2J juga dipersiapkan untuk warga rumah susun 24 ilir dan 26 ilir yang terkena relokasi. Hanya saja sampai dengan saat ini dikarenakan fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai sehingga warga rusun 24 ilir dan 26 ilir belum mau pindah kesana.

“Kita akan buat rusunawa kertapati ini semenarik mungkin. Rute angkutan transmusi pun sudah kita tambah dari terminar karyajaya muter masuk kesana. Pustu pun akan kita siapkan juga di sana,” ungkap Direktur Operasional PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J),  Antoni Rais.

Bahkan untuk menarik warga rusun untuk menyewa disana, pihaknya juga sudah mengajak mereka untuk melihat langsung ke lokasi. “Sudah banyak yang daftar. Tapi karena sarana dan prasarana yang masih kurang ditambah sedang ada perbaikan jadi masih kita tampung dulu,” ulasnya.

Kendati demikian masukan-masukan dari penghuni rusun di 24 Ilir dan 26 Ilir juga diperhatikan. Agar nanti setelah selesai perehaban dilakukan rusunawa kertapati ini siap huni. (korankito.com/ria)