Bisa Dipercaya

Ratusan Ulama Sumsel Geruduk Polda Sumsel

img_1139

Palembang – Ratusan anggota dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, sekitar pukul 13:30 WIB mendatangi Polda Sumsel untuk mempertanyakan laporan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama atau yang dikenal Ahok atas kasus penistaan agama yang dilakukan beberapa waktu lalu, Senin (10/10).

Diringi puluhan personil dari Brimob Polda Sumsel dan Unit Sabhara Polresta Palembang yang berjaga disekitaran gedung Polda Sumsel.

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Ketua Sekretriat FPI Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Syahab saat ditemui di Polda Sumsel menjelaskan, jika kedatangannya mewakili MUI dan seluruh ormas islam lainnya untuk menanyakan laporan yang ditujukan kepada Ahok ke Polda Sumsel atas kasus penistaan agama yang tertera dalam Pasal 156 KUHP.

“Kita datang untuk menindaklajuti laporan yang tertuju kepada Ahok, yang beberapa waktu lalu mengeluarkan statement yang dianggap menistakan agama islam. Dan sebagai umat muslim, kami tidak menginginkan ada orang yang bertujuan untuk menciptakan kerusuhan terhadap masyarakat,” jelas Habib Mahdi.

Selain itu, dirinya juga menginginkan agar polisi dapat menindak lanjuti laporan tersebut dan dengan segera memproses secara hukum agar tidak terjadi hal-hal yang membuat masyarakat mengambil langkah sendiri-sendiri.

“Kami berharap agar kasus ini bisa di tindaklanjuti dan di proses secara hukum agar tidak menjadi hal yang dapat memicu perpecahan diantara masyarakat. Sebab akan ditakuti jika nanti semua umat bisa mengambil langkah sendiri-sendiri. Dan kami tidak mau ada orang yang akan melakukan hal2 yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Selain itu dirinya juga menambahkan, jika pihaknya beserta generasi muda islam akan melakukan aksi seperti yang dilakukan di depan DPRD Sumsel, agar kasus yang mencemarkan agama islam tersebut dapat selesai.

“Kami akan melanjutkan ini dengan aksi-aksi yang lain dan lebih besar seperti demo yg kami lakukan di DPRD Sumsel, dan Ini dalam rangka keinginan kami menjaga NKRI dari orang-orang yang berniat membuat kerusuhan,” pungkasnya.(korankito.com/kardo)