PPS UIN Kenalkan Sukuk

img-20161010-wa0002

Palembang – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kenalkan 130 mahasiswanya dengan obligasi syari’ah (Sukuk). Pengenalan ini dikarenakan masih sangat minim pengetahuan masyarakat, terkhususnya kaum muslim mengenai obligasi syari’ah (SUKUK). Melalui progam pascasarjana (PPS) UIN Raden Fatah Palembang mulai menyiapkan materi pembelajaran khusus bagi mahasiswanya untuk lebih mengenal obligasi syariah. Dalam kegiatan ini ratusan mahasiswa PPS ditambah mahasiswa Strata 1 (S1) Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) ikuti seminar nasional mengenai obligasi syari’ah di lantai 3 gedung  Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Senin (10/10) pagi.

Dalam seminar kali ini, pemateri memfokuskan pengenalan mekanisme transaksi surat berharga syariah negara (SBSN). Dimana, ada dua orang ahli obligasi yang menjadi pemateri atau narasumbernya,  yaitu Said Agil Huesin Al Munawwar dari UIN Syarif Hidayatullah dan Langgeng Basuki dari perwakilan kementerian keuangan (kemenkeu) Republik Indonesia (RI).

Menurut direktur PPS UIN Raden FATAH palembang Dusti IBRAHIM, Kegiatan seminar nasional surat berharga syari’ah negara diadakan oleh pihaknya dalam rangka partisipasi progam pasca sarjana UIN Raden Fatah dalam mengembangkan bidang ilmunya. Dimana kali ini pihaknya bekerjasama dengan kemenkeu mensosialiassikan pemahaman akan obligasi syairah.

Tujuannya, lanjutnya, untuk memperkenalkan apa itu obligasi syari’ah yang terdiri dari surat berharga yang banyak terdapat pada dunia perbankan syariah, asuransi syariah hingga reksadana syariah kepada mahasiswanya.  Menurutnya, kebanyakan pengusaha muslim maupun orang muslim kebanyakan belum memahami hal ini sepenuhanya.

“Dari fakta itulah kami ingin menyiapkan para mahasiswa kita untuk paham dan mengenal jauh obligasi syariah, meskipun pada dasarnya hal ini sudah dipelajari namun hanya terbatas dan sangat kurang, dari seminar ini diharapkan bisa lebih memperdalam pengetahuan mereka,” harapnya melalui Koran kito

Minat akan antusias para mahasiswa yang ikut dalam seminar ini terbilang sangat tinggi, terbukti dengan umlah peserta yang hadir untuk mendengarkan paparan materi sangat tinggi, hingga tifak ada lagi kursi yang kosong.

“Total sebanyak 130 peserta yang terdaftar hadir menyaksikan seminar ini. Dari sini dapat kita ligat animo mahasiswa yang cukup tinggi dengan menunjukkan minat dari kalangan mahasiswa PPS dan mahasiswa S1 FEBI untuk mendengar materi obligasi syariah ini,” jelasnya.

Sementara, salah satu pemateri sekaligus guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Said Agil Huesin Al Munawwar dalam paparannya mengatakan, ada kaedah fiqih yang terdapat dalam sebuah surat berharga bila ditinjau secara ilmu Islam. Dimana umpanya adanya obligasi, tentunya dalam surat berhaganya tidak boleh mengandung unsur riba karena harus sesuai syari’ah.

“Memang, Sukuk hampir sama dengan obligasi pada umumnya. Mengingat Sukuk juga adalah produk keuangan Islam. Namun yang membedakannya terletak pada prinsipnya, dimana Sukuk lebih menenkankan kepada kontrak jual beli, dimana didalamya tidak ada unsur ribanya,” pungkasnya. (korankito.com/eja)