Bisa Dipercaya

Ini Permintaan Terakhir Zulinto

zulinto-11

Palembang – Permohonan terakhir Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kota Palembang pasca peralihan kepengurusan sekolah menengah atas dan kejuuan (SMA/K) kepada diknas pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), agar tidak asal mencopot kepala sekolah (kasek).

Pada dasarnya proses pergantian kasek harus dinilai dari hasil kinerjanya, tidak serta merta diganti meski baru maupun telah lama menjabat. Hal ini harus melalui proses penilaian yang profesional sesuai standarnya, agar tidak terjadi kesalahan yang bisa menghambat percepatan peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Berita Sejenis

Simpan Lima Pelor, Udin Terjaring Razia

Berikut Penyebab ‘Learning Disabilities’ Yang…

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

1 daripada 3.068

Menurut kepala Disdikpora Kota Palembang Ahmad Zulinto, sebaiknya Disdik provinsi melakukan kordinasi terlebih dahulu dengan setiap kadisdikbdi kabupaten/kota mengenai hasil kinerja setiap kasek tingkat SMA dan SMK. Dalam hal ini pastinya bisa menjadi tolak ukur kebijakan untuk penentuan pergantian kepala sekolah.

“Baiknya koordinasikan dulu dengan kami (Disdik kabupaten/kota). Kami siap memberikan data kepala sekolah mana yang kinerja dan prestasinya baik dan mana yang tidak. Jangan cepat mengganti tapi tidak tepat, ibaratnya mesin asal ganti malah ngadat,” tegasnya melalui Korankito, Senin (10/10).

Pihak Disdikpora sebenarnya sangat mendukung dengan adanya rencana evaluasi dan pergantian kasek tingkat SMA/SMK nantinya. Namun, seyogyanya harus diutamakan pada sekolah yang belum ada peningkatannya. Seandainya kasek tersebut dinilai berhasil mengembangkan sekolah tersebut, maka sebaiknya dipertahankan. Sebaliknya bila memang kasek tidak ada inovasi apapun, silahkan ganti. Apalagi kasek yang tidak memiliki niatan dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu sekolah dan mutu pendidikan, maka harus dicopot, mengingat konsep pendidikan memberikan pelayanan terbaik kepada siswa.

“Dengan peralihan ini, tidak ada yang berubah. Semua pendidikan akan tetap berkonsep pada peningkatan kualitas pendidikan, sekolah dan siswa. Peralihan, bukan berarti mengkotak-kotakkan sekolah, tetapi diharapka  lebih mampu mendorong anak didik dan guru untuk satu tujuan mencerdaskan bangsa,” harapnya.

Sekarang, lanjutnya, pihaknya lebih bisa fokus dalam pembenahan pelayanan pendidikan di jenjang pendidikan dasar  (Dikdas), untuk mewujudkan output yang cerdas tidak hanya bidang ilmu pengetahuan tetapi juga imtaq (agamanya).

Sementara, Kepala Disdik Sumsel Widodo mengaku, pihaknya berencana untuk segera melakukan penyegaran terhadap jabatan kepala sekolah setelah peralihan pengelolaan SMA/SMK. Mengingat, evaluasi awal setiap kepala SMA/K akan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap ditiap kabupaten/kota di Sumsel.

“Nantinya, akan kami daur ulang kepala sekolah guna penyegaran. Dan yang akan kami utamakan untuk kepala sekolah yang masa jabatannya lebih dari 4 tahun,” tegas widodo.

Menurut Widodo, nantinya mekanisme pergantian kasek akan dilakukan dengan seleksi sesuai dengan aturan standar operasional prosedur (SOP). Diakuinya, saat ini pihaknya sudah menerima berkas kepengurusan personil, pendanaan ,prasarana/sarana dan dokumen (P3D) dari setiap kabupaten/kota.

“Di Sumsel ada sebanyak 750 SMA/SMK yang akan ditangani langsung oleh provinsi. Secara keseluruhan mereka akan kami evaluasi,” pungkasnya. (korankito.com/eja)