Bisa Dipercaya

Pipa Rusak, PLTSa Mandek

pltsa

Palembang – Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Sukawinatan tidak beroperasi. Pasalnya sejak dilaunching April 2016 PLTSa ini mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada sejumlah pipa saluran sehingga mesin belum bisa dioperasikan. Hal ini diungkapkan Direktur Operasional SP2J, Antoni Rais.

Dia menjelaskan, masalah lainnya yakni, sumur-sumur yang ada harus dilakukan pengecekan kembali. Untuk memperbaiki pipa sumur, pihaknya tetap akan menggaet kontraktor yang lama. “Karena ini merupakan barang baru yang menggunakan gas metan, perlu keahlian yang khusus dalam pengerjaannya tidak bisa sembarangan. Jadi tetap akan menggaet pihak kontraktor yang lama yakni PT Bitama,” imbuhnya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.086

Sejauh ini, kebutuhan untuk genset telah terpenuhi. Hanya saja beberapa izin seperti SLO dan sebagainya masih dalam proses. “Dana yang dikeluarkan dalam beberapa bulan belakangan ini berkisar antara Rp 20 juta. Itu untuk pembayaran listrik dan mengurus beberapa perizinan serta surat-surat lainnya.  Hingga kini, kita belum membutuhkan investor lain dalam operasional ke depannya,” tukasnya.

Antoni menambahkan, pihaknya berencana akan menambah 50 sumur lagi. Namun, setelah semua proses dalam tahap pertama ini selesai. “Berbeda metodenya dengan Karya Jaya, PLTSa yang ada di Sukawinatan menciptakan gas metan dari pembakaran sampah melalui sumur-sumur itu tadi. Sedangkan karya Jaya metodenya membakar habis sampah yang ada,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan kembali mengajukan anggaran di 2017 mendatang. Mengenai besaran anggaran tersebut pihaknya belum dapat memberikan kepastian nominalnya. “Nanti akan kita rapatkan, setelah kita lakukan negosiasi dengan SDM-nya untuk konsultan. Kemungkinan minggu depan sudah kita dapatkan nominalnya berapa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, Chandra Darmawan menyangkan tidak maksimalnya pengelolaan pembangkit listrik dari sampah oleh SP2J tersebut.

Menurut Chandra, pihak Pemkot dalam menyusun perencaannya tidak matang. Sehingga, saat ini operasional PLTS tersebut tidak berjalan maksimal. “Harusnya sebelum melakukan pembangunan, semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk operasional PLTSa tersebut sudah siap. Sistem pengelolaan disempurnakan dahulu, misalnya sampah dari rumah tangga berapa banyak dan lainnya,” ungkapnya. (korankito.com/ria)