NPC Sumsel Bentuk Tim Anti Curang

npc

Palembang – Menyambut pagelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-XV 2016 yang akan digelar pada 15 – 24 Oktober di Jawa Barat, para atlet difabel Sumatera Selatan (Sumsel) tengah bersiap menyongsong multi event olahraga empat tahunan tersebut.

Kontingen Peparnas Sumsel secara resmi akan dilepas oleh pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel, yang akan dilakukan pada 11 Oktober mendatang.

Berkaca pada pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu, yang amburadul dan rentan dicurangi oleh tuan rumah, membuat kontingen Sumsel wajib waspada. Hal ini cukup mengkhawatirkan jika hal yang sama terjadi kembali.

Untuk menghindari hal tersebut, ketua National Paralympic Committe (NPC) Sumsel, Ryan Yohwari telah membentuk tim teknis. Tim tersebut bertujuan untuk meneliti dan mengambil langkah-langkah non teknis selama perhelatan berlangsung.

“Kalau menurut saya itu biasa. Bukan menjadi rahasia jika setiap tuan rumah berlaku seperti itu. Maka dari itu, kita bentuk tim untuk mencegah faktor non teknis itu,” ungkapnya.

Tugas tim tersebut antara lain untuk memberikan bantuan hukum sampai mengurusi hal-hal di luar lapangan. Sehingga jika terjadi hal yang tak diinginkan, mereka bisa menanggulangi dengan segera.

Tidak hanya itu, peraih medali emas Asean Para Games VI 2011 ini juga telah melakukan survei di kota Bandung pada saat pagelaran PON berlangsung. Ia mempelajari perhelatan tersebut dan akan membuat beberapa langkah pencegahan.

“Jadi kemarin selama dua minggu di Bandung semua sudah saya pelajari. Tinggal kita lihat bagaimana pelaksanaan Peparnas nanti. Semoga berjalan sesuia dengan harapan kita,” tukasnya.

Terpisah, Technical Delegate Manager kontingen Peparnas Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo menegaskan jika dirinya telah melakukan pencegahan sebelum hal tersebut terjadi. Ia tak ingin semangat para olahragawan yang akan berlaga, dinodai oleh kepentingan yang tak perlu.

“Tentu kita waspada, kita antisipasi di Technical Meeting dan nanti akan disepakati apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Fair play tetap kita junjung tinggi,” tegasnya.(korankito.com/resha)