IPM ‘Tebar Pesona’ Mainan Tradisional

received_1133304546747894

Palembang – Sebanyak 39 pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Palembang lakukan aksi ‘Tebar Pesona’ di taman Kambang Iwak, Minggu (9/10).

Menurut Ketua Umum Pimpinan Daerah (PD) IPM Palembang Ari Budi Pratama, aksi ‘Tebar Pesona’ itu yakni memainkan beragam alat tradisional seperti bakiak, tali tambang, game loncat kelinci serta kucing dan tikus.

Kegiatan itu, paparnya, merupakan salah satu kepedulian IPM Kota Palembang untuk menjaga budaya dan permainan tradisional. Kemajuan teknologi dan banyaknya game atau aplikasi permainan modern saat ini menjadi faktor utama semakin hilangnya permainan ramah lingkungan.

“Sekarang semuanya seba digital, bahkan aplikasi permainan pun sudah banyak di smartphone. Begitu disayangkan jika anak yang lahir di zaman sekarang tidak mengenal permainan tradisional. Jika mereka sejak kecil sudah disibukkan sendiri dengan game indiviual, jelas masa bermain bersama teman sebayanya akan berkurang,” ungkapnya.

Dalam permainan tradisional, lanjutnya, banyak hal positif yang bisa didapatkan oleh pemainnya, seperti kerja sama, solidaritas, menambah teman baru, keberanian, sosialisasi kepada orang lain dan akan terjalinnya tali silahturahmi antarpemain. Jelas, berbagai manfaat tersebut tidak akan didapatkan ketika bermain game online yang notabene individual.

“Kami tidak menentang siapapun untuk bermain game online, kami sendiri pun terkadang memainkan aplikasi permainan di smartphone kami. Tentu saja dengan batasan waktu yang disesuaikan, tidak selalu terpaku bermain game tersebut. Kami hanya menginginkan mereka juga mengetahui dan bermain game tradisional seperti ini banyak manfaat, salah satunya agar bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya,” harapnya.

Aksi ‘Tebar Pesona” bermain permainan tradisonal ini dilakukan oleh IPM kota Palembang diberbagai tempat dan tempatnya bergantian setiap akhir pekan. “Kami mengincar tempat yang ramai, sehingga bisa dilihat oleh masyarakat yang tengah beraktivitas diakhir pekan. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk gemar membaca dengan menyediakan taman baca mini dengan berbagai macam buku yang telah disediakan secara gratis bagi siapa saja yang ingin memakainya dan membacanya,” beber dia.

Senada, salah satu anggota PD-IPM Kota Palembang sekaligus siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Palembang, Ade Herma menambahkan, harapannya, agar masyarakat mengetahui berbagai permainan tradisional di era modern ini. “Saya usahakan selalu ikut serta dalam aksi seperti ini, selain memelihara permainan tradisional saya juga mendapatan pengetahuan baru tentang tata acara bermain permaianan tradisional yang berasal dari daerah lainnya,” tambahnya.

Sayangnya, aksi para pelajar itu sedikit terusik karena sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang menyita alat bermain bakiak, dengan alasan belum ada izin pihak keamanan setempat tentang permainan bakiak.

Diakui Ari Budi Pratama bahwa memang kesalahan dari pihaknya yang belum meminta izin untuk bermain bakiak di taman Kambang Iwak. Jadi, pihaknya hanya memainkan permainan tradisional yang tanpa menggunakan alat peraga, seperti kucing-kucingan dan lompat kelinci. (korankito.com/eja)