Mantan Bupati Muara Enim, Ditetapkan Tahanan Kota

img_20161006_191745

Palembang – Setelah berkasnya dikirim Ditreskrimum Polda Sumsel, dalam rangka tahap dua proses hukum atas laporan Sakim, atas kasus penipuan. Mantan Bupati Muara Enim dan Musi Rawas yakni Nang Ali Solichin (76) ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel sebagai tahanan kota.

Hal ini diungkapkan, Kasi Keamanan dan Ketertiban Umum Kejati Sumsel, Yunita. Menurutnya, Kejati Sumsel sudah menerima tersangka beserta barang bukti dari Ditreskrimum Polda Sumsel, serta tersangka sudah menjalani pemeriksaan oleh anggota.

Lanjutnya, tersangka tidak mesti berada di dalam sel tahana, melainkan diperboleh berada dirumah. Kendati demikian, Nang Ali harus tetap berada dalam pengawasan pihak kejaksaan.

“Tersangka bersifat koperatif dalam menjalani pemeriksaan, meski sebagai tahanan kota, harus dalam pengawasan kita. Dalam waktu dekat, berkas tersangka dan barang bukti akan kita limpahkan ke pengadilan untuk memulai proses persidangan,” terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/10) sore.

Sementara itu, kuasa hukum Nang Ali, Suharyanto mengatakan kliennya terjerat suatu kasus yang tanpa ada dase hukumnya. Pasalnya, Nang Ali sama sekeli tidak bersalah atas kasus pemalsuan surat yang dilaporkan oleh Sakim yang tercatat sebagai mantan anggota DPRD Sumsel.

Akan tetapi, lanjutnya, Nang Ali tetap akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan pada persidangan nanti akan menguak fakta yang sebenarnya.

“Keyakinan akan klien kami tidak bersalah karena mengacu dari hasil putusan Mahkamah Agung. Putusanya, MA menyatakan Santoso bersalah dan klien kami tidak bersalah. Jadi, kami benar-benar tidak mengerti apa yang mendasari klien kami sampai ke tahap ini,” tutupnya. (korankito.com/denny)