Pasar Tradisional Harus Mampu Bersaing

img_9752

Palembang – Menjamurnya pasar-pasar ritel modern yang mulai tumbuh subur menyebabkan peralihan masyarakat senang berbelanja ke pasar ritel modern. Disamping bersih, aman dan nyaman kesan ekslusif pun tentu akan terlihat. Karena itu perlu upaya pembinaan terhadap pasar tradisional untuk mampu bersaing dengan pasar ritel modern untuk menarik kembali masyarakat agar mau berbelanja di pasar tradisional.

Hal itu diungkapkan Walikota Palembang melalui Kepala Perekonomian Setda Kota Palembang M Sadruddin Hadjar usai membuka Seminar Pemberdayaan Pedagang Pasar Tradisional  Dalam Upaya Menuju Palembang Emas 2018 di Grand Atyasa, Kamis (6/1o).

Sadruddin mengatakan, Pemerintah Kota melalui PD Pasar Palembang akan mulai membenahi pasar-pasar tradisional yang berada dalam pengelolaan PD. Pasar Palembang. “Kita akan ajak pedagang dan pengelola pasar tradisional untuk mulai menata pasar mereka mulai dari kebersihan pasar, toilet, keamanan dan parkir,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional sangat dibutuhkan sebagai tempat beraktivitas penjual dan pembeli. Bukan hanya itu, jelasnya, pasar menjadi salah satu penentu untuk bisa mendapatkan Adipura. Kebersihan pasar menjadi poin penting dalam penilaian.

“Penilaian itu mulai dari kebersihan toilet, tempat pengolahan sampah, keamanan dan kenyamanan juga dinilai,” jelasnya.

Saat ini ada 19 pasar yang dikelola oleh PD. Pasar Palembang. Rata-rata masih banyak yang semrawut, kotor dan tidak nyaman, karena itu pihaknya mengajak para pengelola pasar ini agar segera menata pasar yang mereka kelola.

Dengan adanya penataan ini, setidaknya akan merubah imej atau pandangan masyarakat terhadap kesan negatif dari pasar tradisional. Masyarakat akan kembali mengunjungi pasar tradisional untuk berbelanja. “Itu semua bisa terwujud kalau pedagang dan pengelola pasar mau bekerjasama menatanya,” ulasnya.

Pasar tradisional saat ini harus mampu bersaing dengan pasar modern yang semakin menjamur di Palembang. Bersaing disini mulai dari kebersihan pasar seperti kebersihan toilet, keamanan pengunjung terjamin dan harga yang lebih murah dari pasar ritel. Karena sebenarnya masyarakat masih menyukai pasar tradisional.

“Ada nuansa menariknya. Kalau di pasar tradisional ada tawar menawar sedangkan di pasar modern sudah harga pas. Nah disini warga sebetulnya lebih suka berbelanja di pasar tradisional,” tukasnya.

Sebelumnya Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya Febrianto mengatakan, pihaknya akan mulai akan berbenah. Pelayanan dengan sarana dan prasarana yang memadai guna kenyaman melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional akan mulai dilakukan.

Mengusung jargon “Asuki Jannati” (pasar surgaku) ini mulai akan dikembangkan.  Dibutuhkan perbaikan secara bertahap mulai dari sarana dan prasarana yang ada hingga kemanan pasar termasuk pengelolaan parkirnya.

“Kita akan mengandeng pihak kepolisian untuk menciptakan rasa keamanan dipasar, dan untuk  menjadikan pasar rakyat yang tertata dan memiliki sertifikasi sehat  itu menjadi tugas yang akan dilakukan untuk membenahi terhadap penataannya dalam rangka menciptakan pasar rakyat yang sehat,” katanya.

Disetiap pasar tradisionalpun katanya akan ada pos pay, atm terpadu. “Untuk penyegaran baru itu diperlukan,” tegasnya. (korankito.com/ria)