Tak Dapat Jatah Rampokan, Ketua RT Tempeleng Rekan Saat Ditangkap

img_1019

Palembang – Tak kapok sudah beberapa kali di bui, tiga perampok sadis yang kerap beraksi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, akhirnya diringkus kembali oleh anggota Jatanras Polda Sumsel.

Yang lebih disayangkan, dua dari lima pelaku berstatus sebagai ketua RT di kampungnya dan honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketiga pelaku yakni Heriyanto (ketua RT), Dwi Nurul Iman (Satpol PP) dan Rinto Harahap. Ketiganya merupakan warga Desa Jati Mulya, Kecamatan Belitang Madang Jaya, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Saat tengah dihadirkan pada gelar tersangka, Heryanto dan Rinto Harahap menempeleng Dwi Nurul Iman lantaran kesal saat usai merampok, mereka berdua tak dapat bagian. Dari peristiwa tersebut, gelak tawa mewarnai gelar tersangka yang disaksikan oleh polisi dan awak media yang melakukan peliputan.

Bahkan, Heryanto kesal lantaran usai tak dapat bagian dirinya juga terpaksa ditembak di kaki kanannya karena sempat melawan petugas saat akan ditangkap.

Dihadapan petugas, Heriyanto mengaku jika ia hanya diajak oleh ke empat pelaku yang dua lagi masih buron yakni AN dan BR. “Saya cuma diajak pak, karena saya yang tahu kondisi rumah korban. Tapi saya tidak ikut masuk. Cuma tunggu dari jauh,” ungkap Heriyanto, Senin (3/9).

Bahkan ia juga mengaku jika ia beserta ke empat pelaku lainnya merampok rumah warga kampung tetangga. Setelah aksinya berhasil menggondong tiga unit sepeda motor dan uang Rp 10 juta, Heryanto tak mendapatkan jatah sepeserpun.

“Ditanyain terus mana bagian saya, tapi Dwi tak mau jawab, dan uangnya dia bawa kabur semua. Sampai sekarang tak pernah dikasih, giliran ditangkap dia seret saya,” keluh Heriyanto.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan Rinto Harahap. Saat kejadian dirinya bertugas mengikat tangan korban dengan tali rapiah. Namun, Rinto juga tak dapat bagian lantaran dibawa kabur tersangkka Dwi.

“Seingat kami, sudah empat kali bobol rumah orang pak,  semuanya ditangkap polisi, baru keluar penjara juga. Yang terakhir ini saya juga tak dapat jatah,” ujarnya.

Sementara, tersangka Dwi tak sedikit pun memberikan keterangan. Tersangka yang juga pernah terlibat aksi begal di OKU Timur itu hanya terdiam dan menahan malu setelah ditempeleng sesama rekannya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga mengungkapkan, perampokan tersebut terjadi pada 8 Maret 2016 lalu. Saat itu, para tersangka merampok rumah korban dengan cara membobol pintu dengan dua balok besar. Lalu, korban disekap di dalam kamar dengan ditodongkan sebilah badik oleh para tersangka. Beruntung, korban tidak mengalami kekerasaan berarti meski beberapa barang berharga miliknya dibawa kabur.

“Salah satu tersangka merupakan oknum Sat Pol PP dan juga ketua RT, dan satu warga sipil. Tapi ada dua pelaku lain masih buron, inisial AN dan BR. Ketiga tersangka ditangkap karena keterangan Dwi yang ditangkap kasus begal. Saat ini ketiga tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara” tukas Daniel.(korankito.com/kardo)