Nama Kuto Gawang Akan Dibahas Kembali

img_20160906_130422_hdr
Palembang – Polemik mengenai pemberian nama Kuto Gawang sebagai kecamatan baru di Kota Palembang terus menjadi perbindangan. Wakil Ketua DPRD Palembang, Adiansyah. Menurutnya, pihak tertentu yang keberatan dengan pemberian nama Kuto Gawang pada kecamatan yang dimekarkan harus mempunyai argumentasi yang kuat mengingat saat ini seluruh proses dan tahapan sudah dijalani.

“Kenapa baru ada sanggahan setelah melalui proses yang panjang,” ujarnya, Selasa (4/10)

Dirinya menjelaskan untuk merubah seluruhnya Perda pemekaran itu tidak mungkin. Dan kalau ada organisasi dan tokoh masyarakat yang tidak setuju mengapa tidak diprotes dari awal.

Adiansyah menjelaskan pemberian nama Kuto Gawang oleh pihaknya sudah melalui kajian . Selain itu juga berdasarkan usulan dari masyarakat juga. “Karena pemecahan kelurahan ada standar yang dijalankan dan itulah yang jadi acuan,” akunya lagi.

Lebih lanjut katanya, persoalannya sekarang hanya soal  pemberian nama. “Sebelumnya kan sudah ada dua opsi, menggunakan nama kuto gawang atau IT 3,” terangnya lagi.

Sekda kota Palembang, Harobin Mustofa menambahkan usulan masyarakat untuk nama pemekaran IT 2 sendiri sebelumnya ada dua, Kuto Gawang atau IT 3. “Kalau tidak kuto Gawang berarti yang terbaik IT 3. Sedangkan kalau Kuto Baru sudah jadi kelurahan. Tapi harus dibicarakan dengan Dewan,” sambungnya.

Intinya, Harobin menegaskan nama yang diajukan masyarakat harus berhubungan dengan sejarah ternyata tidak disetujui. “Nanti akan rapat dengan Dewan dan bakal memanggil pihak tertentu,” terangnya.

Yang jelas, Perda pemekaran ini sudah diajukan ke Gubernur dan masih menunggu koreksi. Untuk SDM di kecamatan yang baru juga bakal dipersiapkan. “Bukan hanya Camat tapi jabatan lain juga bakal dipersiapkan,” tukasnya.

Yang jelas untuk jabatan Camat harus sudah berpengalaman di bidang pemerintahan dan golongan minimal 3D eselon 3A. (korankito.com/ria)