Disdik Sumsel Segera Tunjuk Piloting Sekolah Inklusif Tingkat SMA

ssc0101

Palembang – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera menunjuk sekolah piloting inklusi tingkat SMA. Pasalnya, hingga saat ini belum ada sekolah negeri yang menampung anak berkebutuhan khusus (ABK) tingkat SMA di Sumsel.

Pasca peralihan kepengurusan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA dan SMK) ke dinas pendidikan (disdik) provinsi. Disdik Sumsel tengah disibukkan dengan pemetaan sekolah dan membuat program-program dalam peningkatan mutu pendidikan, baik dari segi administrasi, proses pembelajaran dan pelatihan guru.

Kepala Disdik Sumsel, Widodo mengatakan, saat ini untuk piloting sekolah inklusi untuk ABK tingkat SMA belum ada di Sumsel. Dari data tahun ajaran 2015/2016, untuk tingkat sekolah dasar (SD) negeri ada 101 SDN se-Sumsel yang menjadi piloting sekolah inklusi dengan 2039 siswa ABK. Lalu, untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) negeri ada 15 sekolah se-Sumsel dengan 513 siswa ABK.

“Untuk pelatihan guru pendidikan inklusi sudah sampai tingkatan SMA. Nah, tinggal menunjuk sekolah mana yang sudah memadai untuk menjadi piloting sekolah inklusi,” jelas Widodo di ruang kerjanya di Disdik provinsi Sumsel jalan Kapten A. Rivai Palembang, Selasa (4/10).

Senada, Kepala bidang (Kabid) taman kanak-kanak dan sekolah dasar (TK/SD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Palembang, Sutriana melalui Kepala seksi (kasi) kurikulum TK/SD, Haris Basid mengutarakan, setelah peralihan SMA dan SMK ke Disdik provinsi, maka pihaknya dapat lebih memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) ditingkat pendidikan dasar.

Menurutnya, pihaknya akan menunjuk sekolah rujukan tingkat kota ditiap kecamatan sesuai program dan arahan kepala Dispora (Ahmad Zulinto). “Akan kami tunjuk sekolah rujukan sesuai bidang mereka yang unggul. Jadi tidak menutup kemungkinan ditiap kecamatan mempunyai sekolah rujukan yang berbeda bidangnya sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan (SNP). Dan juga kami akan menunjuk sekolah rujukan pendidikan inklusi tingkat kota dari jenjang SD dan SMP,” tambahnya. (korankito.com/eja)