Beli Nasi Bawa Sajam, Indra Diciduk Polisi 

img_20161003_172849

Palembang – Lantaran kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) jenis pisau, Indra Gunawan Putra (25) yang tinggal di kawasan Jalan KI Kemas Rindo, RT 58, RW 05, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Kini, Indra harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Seberang Ulu (SU) I Palembang, setelah ditangkap tim UKL Polsek SU I Palembang yang sedang menggelar razia, di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim, Halte Bis depan Lorong AA, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, Sabtu (1/10) malam.

Berdasarkan data yang dihimpun, penangkapan pelaku bermula tim Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek SU I Palembang menggelar razia di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang. Lalu, tiba pelaku berboncengan dengan Rikiansyah untuk membeli makan.

Kemudian, melihat adanya razia tersebut, pelaku mencoba menghindarinya. Namun, anggota yang menggunakan pakaian preman langsung menhentikan keduanya dan melakukan penggeledahan. Saat itulah, ditemukan sebilah sajam dari balik baju Indra.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara membenarkan adanya tertangkap tangan warga yang membawa sajam saat anggota Polsek SU I Palembang yang menggelar razia rutin malam minggu dikawasan Jalan KH Wahid Hasyim.

“Pelaku mencoba untuk menghindari razia, tapi anggota Buser Polsek SU I Palembang, dengan sigap menghalau keduanya. Lalu melakukan penggeledahan di tubuh pengendara dan warga. Saat itu, kita menemukan sajam dari balik baju Indra,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (3/10) sore.

Lanjutan, pelaku Indra berikut barang bukti sebilah sajam pisau dengan panjang 17 CM dan bergagang kayu warna coklat, sarung kulit sudah diamankan ke Polsek SU I Palembang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh anggota.

“Pelaku sudah kira amankan dan dilakukan pengembangan guna mengetahui untuk apa pelaku membawa sajam ini. Pelaku, dikenakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang membawa sajam tanpa hak, dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara,” tutupnya. (korankito.com/denny)