Tenaga Pendidik Lahat Harus Maknai Ikrar Guru Indonesia

 

sutoko-tokoh-kitoLima ikrar guru Indonesia harus betul-betul dipahami seluruh tenaga pendidik untuk menuju kemajuan dunia pendidikan kita Indonesia, terutama di Lahat. Guru Kabupaten Lahat diharapkan senantiasa memaknai ikrar guru Indonesia serta memahami kompetensi guru, sebab guru harus berupaya menjadi teladan bagi anak didik maupun masyarakat.

 

Pesan tersebut disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lahat, Sutoko diberbagai kesempatan termasuk saat pelantikan pengurus PGRI Kecamatan Gumay Talang, Jumat (30/9). ‘’Terus bekarya dan terus tunjukkan jati diri sebagai wadah profesi yang profesional dan dapat menjalin kerja sama dengan unsur pemerintahan desa, dan tokoh masyarakat,” tegas Sutoko yang juga Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lahat itu.

Ia juga berharap guru harus mampu menunjukkan profesionalitas dalam bekerja, kemudian terkait aspirasi, guru harus tetap mengedepankan aturan hukum berupa musyawarah mufakat dan kerja sama yang baik, bertanggung jawab serta menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.

Menurut Sutoko, konsistensi sebagai guru membawa seluruh jiwa dan badaniah secara bersamaan. Bukan sebuah pekerjaan yang dilakukan separatis dengan berharap imbalan saja, bukan pula pengabdian buta yang harus menggadaikan waktu dan kemampuan mumpuninya dengan sukarela.’’Guru memiliki tanggungjawab yang tinggi terhadap peserta didiknya, maka dari itu guru adalah contoh bagi peserta didik,  guru (digugu dan ditiru-istilah Bahasa Jawa) apa yang diperbuat oleh gurunya maka peserta didik akan meniru guru itu, bimbinglah peserta didik layaknya anak kandung kita sendiri,’’ kata Sutoko.

Maka itu, urainya, guru bersungguh-sunggu memaknai lima ikrar guru Indonesisa. Pertama, kami Guru Indonesia, adalah insan pendidik bangsa yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, kami Guru Indonesia, adalah pengemban dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pembela dan pengamal Pancasila yang setia pada Undang Undang Dasar 1945. Ketiga, kami Guru Indonesia, bertekad bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Keempat, kami Guru Indonesia, bersatu dalam wadah organisasi perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia, membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan. Dan kelima, kami Guru Indonesia, menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap bangsa, negara serta kemanusiaan.

‘’Kelima, ikrar yang mulia tersebut tentunya. Bisa kita bayangkan apabila semua guru benar-benar benar mengimplementasikan ikrar tersebut pasti luar biasa pesatnya kemajuan dunia pendidikan kita Indonesia, terutama di Lahat ini sendiri,’’ katanya.

Bahwa ikrar guru tersebut, tambahnya, hasil rumusan para tokoh-tokoh pendidikan para maha guru, para guru – guru besar yang kemudian menjadi konsensus nasional sebagai pedoman dan tuntunan seluruh guru di pelosok tanair.

‘’Selain itu juga guru memiliki tanggungjawab mendidik dan membimbing peserta didiknya, oleh karena itu guru tidak boleh memvonis peserta didik itu bodoh. Sebaiknya guru memberikan pemahaman dengan berkesinambungan, seperti disaat guru memberikan soal kepada siswa tersebut lalu jawaban siswa itu salah, maka sebaiknya guru melemparkan pertanyaan kembali kepada siswa yang bisa menjawab soal itu,’’ pesannya kepada seluruh guru di Bumi Seganti Setungguan.korankito.com