Gembong Curanmor Didor Polisi

pelaku-ranmor-3

Palembang – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni Andre Mardiansyah (23) ditangkap Jajaran Unit Curanmor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Sabtu (1/10) sekitar pukul 02:00 dini hari.

Pelaku yang tercatat sebagai Jalan KI Gede Ing Suro, Lorong Sungai Kelutung, Keluharan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, ditangkap saat hendak mandi di Sungai Musi yanh tak jauh dari rumahnya.

Lantaran mencoba melawan petugas saat diciduk polisi, Andre terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas sebanyak tiga lobang dikaki bagian kiri. Kini, pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang.

Berdasarkan pengakuan tersanka, ia sudah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak 13 kali. Lalu, barang curian tersebut dijualnya ke Yahya yang tinggal dikawasan Simpang Musi.

“Ada yang satu juta, ada yang satu setengah, bermacam-macam sesuai dengan jenis sepeda motornya. Uangnya saya guna untuk minum-minuman keras dengan teman-teman,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (2/9) siang.

Lanjutnya, saat melancarkan aksinya ia bertindak sebagai yang mengambil sepeda motornya. Sementara temannya, Febry yang sudah ditahan Polsek IB II menunggu di atas motor melihat situasi.

“Pakai kunci T pak, saya yang mengambil kalau teman saya itu menunggu diatas motor untuk melihat keadaan yang ada. Kami mengambilnya di parkiran-parkiran motor,”jelasnya.

Masih dikatakan Andre, ia sudah pernah merasakan dinginnya balik jeruji besi Lapas Pakjo Palembang tahun 2012 dengan kasus yang sama. “Sudah pernah tebuang, setahun setengah kasusu maling motor,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui Wakasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian mengatakan penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan korban.

Dimana saat itu, korban hendak membeli tas di Toko Panda yang terletak di kawasan 26 Ilir, Kecamatan IB II Palembang. Kemudian, saat korban keluar motor miliknya sudah raib digondol oleh pelaku.

“Dari situ kita langsung melakukan penyelidikan, dan melakukan upaya paksa penangkapan terhadap pelaku. Tersangka ini, yang mengambil sepeda motor, sementara temannya hanya menunggu,” katanya.

Untuk barang bukti, dari tangan pelaku pihaknya mengamankan kunci T dan sepeda Yamaha Mio yang digunakan pelaku. Turut juga diamankan, pakaian pelaku yang dibeli dari hasil kejatahan.

“Pelaku sendiri, akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara. Kita terus akan melakukan pengembangan terhadap TKP-TKP lainnya,” tutup Dwi. (korankito.com/denny)