IGI Fokuskan Peningkatan Kualitas Guru

_dsc0170

Palembang – Dengan visi dan misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik terutama guru, Ikatan Guru Indonesia (IGI) kota Palembang didirikan dan melantik ketuanya, Sabtu (1/10).

IGI adalah organisasi keprofessionalan yang telah diakui sebagai mitra pemerintah dibidang pendidikan. IGi juga memiliki visi dan misi yang sama dengan lembaga dan organisasi keprofesional yang lain, namun lebih menekankan kepada peningkatan mutu SDM, baik dari segi pemahaman Ilmu tknologi (IT), penyususnan perangkat pembelajaran dan penyampaian materi pembelajaran.

Ketua IGI wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Aswin menyampaikan, para pengurus di daerah agar dapat menyelenggarakan kegiatan yang berkenaan dengan peningkatkan kompetensi guru. Pasalnya, jika dalam waktu enam bulan tidak melakukan kegiatan, Surat Keputusan (SK) pengurus IGI di daerah akan dibekukan.

“Aturan IGI tegas, pengurus yang tidak membuat kegiatan kompetensi guru dalam waktu enam bulan akan dibekukan,” tegasnya seusai pelantikan pengurus IGI Kota Palembang, Sabtu (1/10).

Menurutnya, organisasi profesi guru yang ada jangan hanya memperjuangkan kesejahteraan guru semata, namun juga harus difokuskan pada peningkatan kompetensi guru. Dengan meningkatnya kualitas SDM tenaga pendidik, maka standar pendidikan yang lain juga akan turut meningkat. “Dari kacamata kami (IGI), kualitas dan mutu pendidikan terletak pada kualitas SDM atau gurunya. Beranjak dari sana, kami meminta pengurus maupun anggota IGI agar melakukan kegiatan berkenaan dengan peningkatan kompetensi,” tuturnya.

Kegiatan yang dimaksudkan, seperti pendidikan dan latihan (diklat) Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PPKPNS), diklat satu guru satu inovasi,  media pembelajaran berbasis abdroid, PTK, komik pembelajaran, power point dan diklat lainnya. “Kegiatan seperti inilah yang kami maksudnya meningkatkan kompetensi guru. Saya berharap pengurus di daerah lain juga harus aktif menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” harapnya.

Di Sumsel, lanjutnya, pengurus IGI baru ada di empat daerah yakni Palembang, Ogan Ilir (OI), Ogan komering Ilir (OKI) dan Lahat. “Rencananya, beberapa daerah lain juga akan dibentuk pengurus IGI seperti OKU Timur dan Muara Enim. Jumlah anggota IGI di Sumsel saat ini ada 850 orang, kami meminta mereka memanfaatkan pelatihan guru agar kualitas SDM menjadi lebih baik dan dapat menjadi contoh bagi guru yang belum tergabung dalam IGI,” terangnya.

Sementara itu, Ketua IGI kota Palembang, Kemas AR Panji mengaku, pihaknya akan mengikuti aturan yang ditetapkan IGI pusat. Bahkan, dirinya juga akan memberikan sanksi tegas serta mengganti pengurus yang dinilai tidak aktif menyelenggarakan kegiatan organisasi.

“Regulasi yang ditetapkan pusat pasti akan kami jalankan karena tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kualitas SDM. Kedepannya, saya ingin menggaet organisasi profesi guru lain untuk saling bekerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami siap mendatangkan narasumber untuk melatih guru, tanpa mereka (pihak lain maupun anggota) untuk mengeluarkan biaya karena semuanya didanai dari IGI pusat. Jadi, mereka hanya perlu menyediakan tempat pelatihan saja,” pungkasnya. (korankito.com/eja)