Buyar Karena Goal Perdana

img_8187

Palembang – Goal pertama yang dibuat oleh Bhayangkara FC menjadi awal dari musibah dari Sriwijaya FC. Tampil dihadapan publik sendiri, Sriwijaya FC dibuat tak berdaya oleh tim berjuluk Great Alligator tersebut. Sriwijaya FC akhirnya ditundukkan oleh tim tamu dengan skor 0-4.

Menurut pelatih kepala Widodo C. Putro, gol pertama yang dicetak oleh Otavio Dutra di menit ke-36 menjadi pemicu anak asuhnya menjadi emosi. Setelah itu bukannya mengejar ketertinggalannya, tim yang dibesutnya justru jadi kebobolan. Musibah tersebut berulang di babak kedua hingga kebobolan sebanyak tiga kali.

“Gol pertama memang kita terpacu untuk membalas sehingga emosi, namun bukan membalas namun sering kebobolan. Kita harus koreksi dan kedepannya jangan sering terulang lagi,” tutur Widodo.

Widodo menjelaskan jika hal tersebut menjadi rendah diri, pun ketika menang, ia tetap menghimbau pada para pemainnya untuk tidak jumawa. “Kita juga pernah mengalahkan lawan dengan skor yang tinggi dan jangan menjadikan kita yang paling kuat. Hal kecil pun bisa menjadi fatal. Saya harap kedepannya SFC dapat lebih baik,” tukasnya.

Senada dengan hal diatas, pelatih Bhayangkara FC Ibnu Graham mengaku memanfaatkan kelemahan tersebut. Ia mengaku melihat adanya celah dari pemain usai goal pertama. Sehingga pemainnya memanfaatkan hal tersebut untuk memperoleh angka yang fantastis.

“Bagaimanapun kualitas pemain SFC bagus dibandingkan pemain kami kalau head to head. Tapi kita yang punya kans-kans untuk mencetak goal tadi,” tukasnya.

Sriwijaya FC akhirnya mengalami kekalahn besar dengan skor 0-4. Dengan perolehan demikian, Laskar Wong Kito merosot di klasemen sementara di peringkat keempat. Kalah dari Persipura di posisi ketiga, Arema di peringkat kedua dan Madura United di posisi pertama. (korankito.com/resha)