Benahi Diri, SMAN 21 Targetkan Adiwiyata Kota Dalam 2 Tahun

_ssc0190

Palembang – Sejak didirikannya SMAN 21 Palembang pada tahun 2006 lalu, begitu banyak perubahan yang dilakukannya untuk menjadi sekolah yang mampu bersaing secara nasional, baik dari segi administrasi, gedung dan peragkat pembelajaran. Kali ini, SMAN 21 menargetkan dalam 2 tahun kedepan dapat memboyong penghargaan Adiwiyata.

Kepala SMAN 21 Palembang, Zulkarnain mengaku, tidak masuk akal, disini (SMAN 21) dataran tinggi, tapi begitu hujan disini banjir karena tidak ada saluran maupun daerah pembuangan air. “Tanah disini memang kering jika kemarau, tapi sayangnya ketiksangat lambat menyerap air hingga menyebabkan banjir. Jadi kami berinisiatif untuk membuat kolam retensi untuk penampungan air hujan dan juga untuk menuju sekolah Adiwiyata,” jelas Zulkarnaian di ruang kerjanya, Sabtu (1/10).

Kalau dalam anjuran sekolah Adiwiyata harusnya ada 3 kolam penampungan air atau kolam retensi. Diakuinya, kolam itu juga multi fungsi, nantinya akan dibangun sebagai taman tempat siswa belajar. Selain itu, taman itu nantinya juga menjadi hiburan mata karena didesain sedemikian rupa untuk memanjakan mata yang melihatnya, serta pihaknya juga akan menaruh ikan hias dikolam yang berukuran 9 x 17 meter (m) dengan kedalaman 7 m. “Selain sebagai kolam retensi, itu juga salah satu syarat Adiwiyata sebagai kolam resapan dan itu juga mempercantik tempat, nantinya akan dibuat semacam relief sebagai hiasannya,” ungkapnya.
Wacana kita akan membuat 2 kolam lagi, sehingga hujan sederas apapun airnya dapat ditampung. Lanjutnya, ini juga persiapan meraih penghargaan Adiwiyata. Pihaknya juga telah menanam tanaman buah dan tanaman hias, membuat lubang biopori. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga sudah diberi tugas untuk memilah sampah plastik. “Nanti akan kami buat bank sampah. Program kami yaitu akan menanam pohon-pohon langka yang sudah jarang kelihatan. Bank sampah juga akan kami merger untuk pembuatan pupuk kompos, untuk tanaman kami sendiri,” beber dia.

Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah untuk memompa semangat para guru, staf dan siswa untuk membenahi sekolah bersama-sama, mengingat sekolah kita yang jauh dan kendaraan angkutan umum yang sangat kurang. “Harapannya, dalam 2 tahun kedepan sudah mencapai Adiwiyata minimal tingkat kota. Kalau untuk bidang akademik, kami sedang giat-giatnya mengirim guru pelatihan dan juga menjalin kerjasama dengan bimbingan belajar (bimbel) dan sekolah induk cluster di SMAN Sumsel untuk belajar program-program dalam meningkatkan mutu pendidikan,” pungkasnya. (korankito.com/eja)