Bangun RS Pratama Non Klas di Gandus

anton-suwindro

Palembang – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membangun Rumah Sakit (RS) Pratama di Palembang terus dilakukan. Pembangunan RS Pratama milik Pemkot ini akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2017 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Anton Suwindro mengatakan pembangunan RS Pratama akan dibangun di Kecamatan Gandus. “Lokasinya tepat berada di belakang Puskesmas Gandus,” ujarnya Minggu (2/10).

Menurutnya, pesatnya pertumbuhan kota Palembang menyebabkan banyaknya terjadi pemekaran wilayah. Akibatnya akan banyak warga yang membutuhkan fasilitas kesehatan selain puskesmas. Sedangkan jangkauan untuk mendapatkan fasilitas rawat inap terkendala jarak yang jauh. “Karena itu RS Pratama ini akan di bangun untuk mendekatkan pelayanan rawat inap kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dipilihnya lokasi kecamatan Gandus dikarenakan jauhnya akses masyarakat yang akan berobat dan rawat inap di rumah sakit. Sehingga kebutuhan akan pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Selain itu lahan yang di butuhkan masih ada.

Dibangun dengan konsep tiga lantai dengan luas 4.000 meter persegi, jelasnya, RS ini merupakan rumah sakit non kelas atau hanya diperuntukkan untuk pasien rawat inap kelas III. Untuk pembangunan tahap pertama akan dibangun dua lantai terlebih dahulu dan terkoneksi dengan Puskesmas yang terletak di bagian depan. Sedangkan Puskesmas sendiri akan dipindahkan ke lokasi lain.

Untuk tahap pertama pembangunan RS Non klas ini akan memakan biaya anggaran sebesar Rp 15 miliar dan akan di tambah lagi di anggaran berikutnya untuk pembangunan ditahap ke dua.

Menurutnya pembangunan RS non Klas di kecamatan Gandus ini bisa dikatakan mendesak, mengingat dengan dibangunnya RS ini nantinya diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Lebih lanjut Anton mengatakan, nantinya RS Pratama ini akan menyediakan 50 kamar rawat inap. Selain itu juga untuk tenaga medis akan dilihat dari tingkat kebutuhan. Rencannaya akan disediakan sebanyak 10 dokter spesialis.

“Yang penting lengkap dulu lah. Ada spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah dan spesialis kebidanan dan kandungan,” tukasnya. (korankito.com/ria)