Tak Dikasih Uang Untuk Nyabu, Sukri Ancam Istri Dengan Pedang

img_20160929_143645

Palembang – Lantaran meminta uang untuk membeli narkoba jenis shabu-shabu dengan cara mengancam istrinya Sundari (45) menggunakan sebilah pedang. Membuat Sukri (44) harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Seberang Ulu (SU) II Palembang.

Pelaku yang tinggal di Jalan DI Panjaitan, Lorong Keramat, RT 36, RW 37, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang, kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek SU II Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sukri yang kesehariannya sebagai buruh bangunan ini, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polsek SU II Palembang, Rabu (28/9) sekitar pukul 21:00 WIB di kediamannya. Berdasarkan data yang didapat, aksi perbuatan pelaku bermula pada (1/8) kemarin sekitar pukul 22:00 WIB. Dimana, saat itu korban sedang tidur didalam kamarnya. Lalu, pelaku yang sedang sakau karena narkoba ini masuk kedalam kamar sembari membawa pedang.

Kemudian, Sukri membangunkan istrinya untuk meminta uang untuk membeli shabu-shabu, sembari mengancam jika tidak memenuhi permintaan akan menghabisi nyawa korban. Lantaran takut, Sundari pun tak berani beranjak dari tempat tidur.

Barulah, saat pelaku lengah korban pun berlari untuk menyelamatkan diri meminta pertolongan kepada warga sekitar. Selanjutnya, korban membuat pengaduan di Mapolsekta SU II Palembang, atas perlakuan kasar dari suaminya tersebut.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara mengatakan penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan korban, yang mengatakan jika sudah diancam menggunakan pedang oleh suaminya sendiri.

“Mendapatkan laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di rumahnya. Permasalahannya sepeleh, pelaku meminta uang dengan korban untuk membeli narkoba sambil membawa pedang,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Kamis (29/9) siang.

Pelaku beserta barang bukti, sudah diamankan di Polsek SU II Palembang, saat ini masih menjalankan pemeriksaan intensif oleh anggotanya di lapangan. “Untuk barang bukti, kita amankan dua bilah pedang panjang dan pendek, satu besi bulat, dan buku nikah. Pelaku sendiri, akan dikenakan pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangan denhan ancaman lima tahun penjara,” tutupnya. (korankito.com/denny)