Bisa Dipercaya

Polda Sumsel Ungkap Perdagangan Satwa Ilegal

img_0379

Palembang – Anggota dari Ditreskimsus Polda Sumsel, kembali mengungkap perdagangan ilegal hewan langkah dan dilindungi. Kali ini anggota berhasil membekuk pelaku penjual empat ekor anak buaya muara dan kucing hutan yang dijual melalui situs penjualan online dan broadcast blackberry messenger (BBM).

Seorang tersangka berinisial, AS (24) diringkus anggota saat melakukan transaksi di Pasar 16 Ilir Palembang, Rabu (28/9) kemarin. Bahkan, dari tangan tersangka AS, barang bukti yang berhasil disita yakni dua ekor anak buaya muara dan dua ekor anak kucing hutan yang diperkirakan baru berusia satu bulan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.082

Dihadapan petugas, AS mengaku jika satwa yang dilindungi itu dibelinya dari seseorang masing-masing seharga Rp 200 dan kembali dijual Rp 250 ribu per ekor melalui situs online. Hal itu dimaksudkan agar aksinya tidak diketahui petugas.

Tersangka yang tercatat tinggal di wilayah Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, itu memilih media sosial sebagai promosi penjualan. “Saya pilih jual online itu agar tidak ketahuan oleh petugas pak, saat itu Ada yang sepakat membeli ketemuan di pasar burung,” ungkap tersangka AS di Mapolda Sumsel, Kamis (29/9).

Tersangka mengaku sudah lama terlibat dalam jual beli satwa liar yang dilindungi. Hal ini lantaran banyaknya tangkapan warga dan permintaan calon pembeli. “Saya baru sebulan ini belajar jual seperti ini pak, sebelum ini saya cuma ikut-ikut saja karena sebelumnya diajari teman,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel melalui Kasubdit III Tipidter, AKBP Tulus Sinaga mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 40 ayat 2 Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan ancaman lima tahun kurungan penjara.

“Tersangka kita tangkap sat melakukan transaksi, dan dari tangan pelaku kita mengamankan dua jenis hewan langkah yang masih hidup. Satu pelaku lain masih buron yang merupakan teman tersangka,” kata dia.

Sementara itu, Koordinatur Urusan Perlindungan Pengawasan dan Pengamanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Andre mengungkapkan, buaya muara dengan nama latin crocodylus porosus dan kucing hutan atau prionailurus porosus masuk dalam satwa yang dilindungi. Di Sumsel, habitat satwa tersebut berada di Sungai Sembilang dan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Muara Dangku (Muara Enim) serta di sepanjang bukit barisan dan gunung dempo Pagaralam.

“Setelah penangkapan ini, kita akan mengembalikan hewan tersebut kehabitat aslinya. Sebab, populasi kucing hutan dan buaya muara mulai langkah. Nanti segera kita lepas liarkan,” tukasnya. (korankito.com/kardo)