Bisa Dipercaya

Hendak Mandi, IRT Disambar Kereta Api

img_20160929_134156

Palembang – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yakni Ermawati (53) yang tinggal di Jalan Abi Kusno, RT 36, Kecamatan Kertapati Palembang, harus merenggang nyawa setelah dirinya disambar kereta api yang melintas tak jauh dari kediamannya, Kamis (29/9) pagi.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa naas tersebut bermula pada pukul 05:30 WIB pagi tadi. Dimana, korban Ermawati bersama ayuk kandungnya hendak mandi di sungai yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

Namun, dalam perjalanan tersebut, korban harus melewati rel kereta api yang disaat bersamaan melintas kereta api membawa batu bara dari Indralaya menuju PT Bukit Asam (PT BA) Unit Dermaga Kertapati, Jalan Stasiun Kereta Api Palembang.

Lalu, saat hendak menyeberang itulah, Erma disambar kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga, korban tak mendengar adanya sirene Kereta Api yang akan melintasi kawasan tersebut.

Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan luka di kepala bagian depan, luka robek di paha kanan, dan luka lecet disekujur tubuh. Oleh pihak keluarga, korban langsung dibawa rumah duka untuk disemayamkan.

Kapolsek Kertapati, Iptu Deli Haris melalui Kanit Reskrim, Ipda M Uzir membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya bersama Tim Identifikasi Polresta Palembang langsung melakukan olah TKP.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan suami korban Basarudin (55), menurutnya, saat itu korban hendak pergi sungai untuk mandi, tapi saat melintasi rel kereta api itu, dia tidak mendengar kalau ada kereta api yang akan melintasi,” ujarnya saat dimintai konfirmasi.

Lanjutnya, berdasarkan hasil olah TKP sementara kejadian tersebut, murni karena kecelakaan. “Menurut suaminya, korban memang mengalami gangguan pada pendengaran. Korban sudah dibawa ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Humas KAI Drive III Sumsel, Aida Suryanti mengatakan terkait adanya kecelakaan tersebut, pihaknya akan memberikan bantuan berupa penerbitan adminstrasi yang dibutuhkan Jasa Raharja untuk mengeluarkan santunan kepada pihak korban.

“Memang benar adanya kejadian tersebut, tapi sampai saat ini belum ada pihak korban yang melaporkan kejadian itu kepada kita. Daerah kejadian itu, adalah daerah terlarang bagi masyarakat untuk berada di sekitar rel,” ujarnya saat dihubungi via sambungan telepon.

Sambungnya, setiap saat dan waktu pihak PT KAI sering memberikan sosialisasi dan peringatan kepada masyarakat agar tidak berada di sekitar rel, karena memang zona terlarang untuk masyarakat. “Kita juga sudah menghimbau dan memasang rambu-rambu disekitar area itu,” tutupnya. (korankito.com/denny)