Bisa Dipercaya

Widodo Tak Ingin Formasi Baku

sriwijayafc_2009

Palembang – Di putaran kedua kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini, Sriwijaya FC akan benar-benar menghabisi setiap lawannya. Hal ini terlihat dari strategi yang bakal dipakai oleh pelatih kepala Widodo C. Putro ketika bertanding.

Ketika diwawancarai, Widodo mengaku tak ingin membakukan formasi yang ia pakai. Sebab setiap lawan yang akan dihadapi tentu berbeda ditiap tim. Selain itu bongkar pasang pemain di setiap lini juga akan terjadi mengingat fleksibilitas strategi akan diterapkan. Sehingga pakem Sriwijaya FC akan sulit ditebak oleh musuh

Berita Sejenis
1 daripada 147

“Jadi, setiap lawan akan berbeda taktik.  Pemain yang dipilih sesuai dengan taktiknya,” tegas pelatih asal Cilacap tersebut.

Terlihat, perubahan materi pemain SFC di putaran kedua memang ada perbedaan dari putaran pertama. Putaran pertama SFC lebih mengandalkan satu striker murni dan striker bayangan di depan, sementara pada putaran kedua SFC lebih nyaman menempatkan tiga striker di depan.

Alberto “Beto” Goncalves sering didaulat untuk menjadi striker tunggal tersebut. Seringkali rekannya sesama Brasil Hilton Moriera membantu di penyerangan, namun di putaran kedua ini Widodo terlihat tak ingin terlalu mengandalkan kedua penyerang dari negeri Samba tersebut.

Widodo juga tak takut mengganti kedua pemain tersebut. Sebut saja Riszky Dwi Ramadhana, Airlangga Sutjipto dan T.A. Musafri yang sering mengisi kekosongan mereka. Widodo percaya jika pemain cadangan pun bisa memberikan kejutan karena selama ini, nama Beto dan Hilton yang sering membuat tim lawan waspada.

“Semua pemain akan mendapatkan porsi latihan taktik yang sama, jadi siapapun pada posisinya masing-masing harus bisa mengadaptasi taktik tersebut,” kata Widodo.

Menghadapi pekan ke-21 TSC 2016, Laskar Wong Kito siap memberikan kejutan baru. Tak pelak, meskipun laga keempat dalam putaran kedua tersebut baru akan dihelat pada Minggu (2/10) mendatang, mereka akan bersiap menyongsong penuh laga tersebut di kandang Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. (korankito.com/resha)