Di atas 10 Tahun Dilarang Beroperasi

img_20160610_160146_ao_hdr

Palembang – Keberadaan angkot dan bis kota akan digantikan dengan moda transportasi baru seperti Bus Rapit Transit atau Transmusi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang memastikan tidak akan ada lagi perpanjangan izin peremajaan baik untuk angkutan umum (angkot) maupun bis kota yang telah berusia di atas 10 tahun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, mengacu kepada peraturan daerah (Perda) No. 14 Tahun 2011 mengenai Penyelenggaraan Transportasi dimana harus ada peremajaan kendaraan yang sudah berusia 10 tahun.

Sedangkan untuk bis kota berdasarkan perwali 1465 tahun 2008 ditegaskan tidak akan ada peremajaan untuk bis kota. “Aturan sudah ada, jadi jangan coba-coba melanggar,KAlau ketahuan akan dikandangkan” katanya, Kamis (29/9).

Untuk menuju zero bus kota di tahun 2018 nanti diupayakan penyusutan jumlah bus kota dengan tidak memperpanjang izin trayek. Diketahui saat ini jumlah angkutan umum dan bis kota sudah tidak banyak lagi.

Data terakhir untuk jumlah bus kota yang masih beroperasional sebanyak 82 unit dari berbagai rute. Ditahun 2017 nanti ditergetkan keberadaan bus kota tinggal 52 unit. Sedangkan untuk angkutan umum saat ini, masih berjumlah sekitar 1.126 (data 2015) dengan 11 rute trayek.

Lanjutnya, untuk angkutan umum sendiri peremajaan yang dilakukan hampir sama dengan bis kota. Hanya saja angkutan umum yang telah berusia 10 tahun tidak boleh lagi memperpanjang izin trayek. “Tapi untuk trayek yang sudah tidak digunakan lagi oleh angkutan umum yang sudah berusia 10 tahun bisa digantikan lagi oleh angkutan umum yang baru,” ulasnya.

Keberadaan bus kota dan angkutan umum yang sudah berusai 10 tahun tersebut akan dilakukan perubahan bentuk. Untuk bis kota akan di rubah menjadi truk. Sedangkan untuk angkutan umum harus dicat berwarna hitam dan boleh beroperasi tapi dipinggiran kota. “Seperti di jalur Jakabaring – Karyajaya,” tukasnya.

Untuk menutupi kekurangan angkutan umum dan bis kota tersebut, pihaknya memaksimalkan peran bus Trans Musi (TM) milik Pemkot Palembang. Sehingga angkutan umum yang tidak beroperasi lagi bisa digantikan dengan keberadaan Transmusi.

“Kita memaksimalkan angkutan massal milik Pemkot Palembang. Sebab, pemanfaatan Transmusi sangat dirasakan kenyamanannya bagi masyarakat,”pungkasnya. (korankito.com/ria)