Bisa Dipercaya

Wayan Urung Sumbangkan Emas

img-20160925-wa0020

Bandung – Pupus sudah harapan kontingen Sumsel merebut medali emas dari cabang olahraga (cabor) Gulat. Wayan Murdiana yang turun dinomor gaya greco-roman putra 85 kg menyerah dari atlet asal Sumatera Utara, Sumurung Siregar dengan skor menyakinkan 10-0 di Gedung Olahraga (GOR) Saparua Park Bandung (27/9).

Di babak awal, Wayan sempat tunjukkan kemampuan menahan serangan atlet andalan sumut di greco 85 kg ini. Sampai menit ke-2, Wayan harus akui keunggulan Sumut dengan menambah dua poin berturut turut. hingga akhirnya, skor 10-0 berhasil dicapai Sumut dengan waktu hanya 3,28 menit.

Berita Sejenis

Atletik Bawa Pulang Medali Terbanyak

Optimis Masuk Semifinal

Target Sumsel Dipastikan Meleset

1 daripada 7

Dengan hasil ini, Wayan hanya berhak raih medali perak. sedangkan perunggu diraih atlet gulat asal Kalsel. “Memang Sumut dan Kaltim lawan terberat di PON,” ujar pelatih Gulat Deny Saputra.

Sebelumnya Wayan memang diproyeksi raih medali. Namun untuk medali emas cukup sulit karena diprediksi bertemu atlet andalan Sumut. “Sudah saya prediksi juga. kalau perunggu atau perak sudah pasti. tapi berharap emas nanti dulu,” ungkapnya

Ia menjelaskan, jika Sumsel inginkan medali di cabor gulat untuk setiap nomor,traning camp atlet perlu dilanjutkan sampai keluar kota. “Bila perlu training camp di luar negeri,” paparnya.

Dengan begitu, target emas tidak menutup kemungkinan bisa dicapai sumsel di setiap even olahraga khusus gulat ataupun multievent. “Kita latihan persiapan PON cuma di palembang saja. mudah mudahan dengan kepengurusan baru ini, pembinaan dan pengembangan bisa lebih baik,” tuturnya

Sebelum memasuki babak final, Wayan kalahkan pegulat Sumatera barat M Anshar dengan skor 10-1. lolos semifinal, Wayan kembali mampu kuasai pertandingan dengan mengalahkan pegulat Kalsel, Ferdinandus, 13-4.

Perjalanan Wayan menuju babak final tidaklah mudah. Melawan pegulat Kalsel, Ferdinandus, pria berusia 23 ini alami memar pelipis akibat benturan kepala. Meski Wayan sudah unggul poin, dirinya tetap protes tindakan Ferdinandus yang sering benturkan kepala hingga harus dapat perawatan medis. korankito.com/resha