Surat Dukungan Demokrat ke Dodi-Beni Tidak Sah?

images

Palembang – Dukungan Partai Demokrat ke pasangan calon (Paslon) Dodi Reza Alex-Beni Hernedi yang akan bertarung pada Pilkada Musi Banyuasin, Februari 2017 mendatang, terancam tidak sah dan tidak dihitung sebagai partai pendukung.

Pasalnya, di dalam surat dukungan yang ditandatangani M Ali pada kolom Ketua dam H Tarmizi di kolom sekretaris, ternyata bukan Ketua dan Sekretaris yang seharusnya membubuhkan tanda tangan di surat dukungan paslon.

“Awal dukungan untuk paslon Dodi-Beni ada 11 partai. Akan tetapi saat verifikasi, Partai Demokrat tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPC Kabupaten Muba,” ujar Sigit, Ketua Divisi Pengawasan Panwaslih Muba, saat dihubungi, Senin (26/9).

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, saat menerima surat dukungan, pihaknya selaku Panwslih mengkonfirmasi langsung ke DPP Partai Demokrat, dan diketahui yang bertandatangan tersebut, bukan Ketua dan Sekretaris, melainkan Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris.

Sesuai PKPU No 9 tahun 2016, pasal 7 ayat (1) dan (2), dukungan partai harus ditandatangani ketua dan sekretaris. “Jadi harus ada perbaikan sesuai peraturan yang berlaku. Surat dukungan harus diganti tanda tangannya,” lanjut Sigit.

Sebagai Panwaslih, pihaknya akan segera menyurati KPUD dan meminta KPUD mendatangi DPC Partai Demokrat Muba, terkait perbaikan surat dukungan yang sesuai aturan PKPU. “Artinya harus segera diperbaiki. Perbaikan ini harus selesai 30 hari sebelum penetapan calon oleh KPUD,” tegasnya.

Sigit menambahkan, jika sampai pada batas waktu yang ditentukan tidak ada perbaikan, Partai Demokrat tidak dihitung sebagai partai pendukung Dodi-Beni. “Ada mekanisme perbaikan yang harus segera diperbaiki Partai Demokrat jika masih ingin mendukung,” tutup Sigit.

Seperti diketahui, pasangan calon Dodi Reza Alex – Beni Hernedi yang akan bertarung pada Pilkada Muba, telah mendaftar secara resmi ke KPUD dengan mendapat dukungan dari 11 partai. Anak sulung Gubernur Sumsel ini akan mencoba peruntungan kedua setelah kalah pada Pilkada Muba tahun 2011. (korankito.com/fran)