Bisa Dipercaya

Palembang Kekurangan 1000 Guru Honorer

nashikun

Palembang – Dunia pendidikan di kota Palembang masih kekurangan guru honorer sebanyak 1000an lebih guru, hal ini dikarenakan tahun 2016 ini saja hamper 400an guru pegawai negeri sipil (PNS) akan pension.

Dinas pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) kota Palembang mengizinkan pihak sekolah, untuk mengisi kekosongan gurunya dengan merekrut tenaga guru honorer. Pasalnya, kekurangan guru tersebut sudah diusulkan Disdikpora kota Palembang ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 3.086

Kepala Kepegawaian Disdikpora kota Palembang, Nasikhun mengatakan, Palembang sendiri masih kekurangan 1000an tenaga guru honorer untuk membantu prosesi kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, baik dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga tingkat sekolah memngah atas (SMA). Permasalahan kekurangan guru yang habis masa kerjanya atau sudah memasuki masa pensiun, saat ini Disdikpora sudah banyak menerima keluhan dari kepala sekolah. “KArena dilemma inilah, Kepala sekolah boleh mengrekrut (memperkerjakan) tenaga guru honorer, soalnya kekurangan guru ini belum bisa dipenuhi karena masih menunggu keputusan Menpan,” ujarnya kepada media via telepon, Selasa (27/9).

Menurutnya, guru honorer sementara bisa untuk mengatasi kekurangan guru khususnya di SDN, untuk mengganti ataupun mengisi kekosongan wewenang tersebut yang berhak ialah dari pihak Menpan, sedangkan usulannya sudah diusulkan ke BKD kota Palembang. “Yang jelas kami sudah berusaha, selebihnya kita hanya menunggu dari pihak pusat saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 230 Palembang Nuraini mengatakan, saat ini sekolahnya sangat membutuhkan tenaga pendidik baru khususnya yang guru yang Pegawai Negeri Sipil (PNS), malahan kekurangan guru tersebut kebanyakan dari guru honorer. “DIsini (SDN 230) hanya ada 10 guru PNS dan 12 tenaga guru dan tata usaha honorer,” paparnya.

Diakuinya, terlebih lagi tahun 2018 nanti, terdapat dua guru PNS yang pensiun. Kalau seperti ini terus malahan guru di SDN 230 Palembang rata-ratanya semua dari guru honorer, dan lagi anggaran buat gaji honorer ini hanya bisa diambil 15 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kedepan, kami berharap bisa mendapatkan guru PNS ini. Dari informasi yang kami dengar kalau kabarnya guru honorer akan diangkat, apakah dipilih oleh pemerintah atau pihak sekolah. Tapi yang jelasnya sekarang ini kita belum ada kabar tentang pengangkatan guru,” pungkasnya. (korankito.com/eja)