BLH Targetkan 1.500 Kendaraan Lakukan Uji Emisi

img_20160927_083346_hdr

Palembang – Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang menggelar uji emisi terhadap seluruh kendaraan roda empat. Kegiatan uji emisi ini dilakukan di tiga tempat berbeda dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kualitas udara di Palembang dari sisa karbon kendaraan transportasi.

“Hari ini kita lakukan uji emisi bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan dibantu aparat kepolisian. Target kendaraan yang akan kita uji emisi sebanyak 1.500 kendaraan roda empat,” ungkap Kepala BLH Kota Palembang, Thabrani, disela kegiatan uji emisi di depan Perumahan PLN Demang Lebar Daun, Selasa (27/9).

Thabrani menjelaskan untuk lulus uji emisi kendaraan, ada ketetapan batas baku mutu yakni untuk bensin kategori kendaraan di bawah tahun 2007 untuk Hidrokarbon (HC) maksimal 1.200 ppm dan Carbon Monoksida (CO) maksimal 4,5 persen. Sedangkan kendaraan yang diatas tahun 2007 untuk HC maksimal 200 ppm dan CO maksimal 1,5 persen.

Untuk kendaraan berbahan bakar solar pengukuran berdasarkan opasitas kendaraan. Kendaraan keluaran dibawah tahun 2010 memiliki opasitas 70, sedangkan kendaraan keluaran tahun 2010 keatas maksimal opasitas 40.

“Jadi, jika di atas itu, maka kendaraan diminta untuk dilakukan perbaikan, dan memang belum ada sanksi berat seperti menilang kendaraan,” ungkapnya.

Dari kegiatan ini, Thabrani berharap, pemilik kendaraan roda empat dapat sadar, karena sifat dari kegiatan ini hanyalah pembinaan. Alasan yang paling kuat, pemerintah mengajak menjaga kualitas udara sebab Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Kita harus sadar pentingnya menjaga kualitas udara. Jika gas emisi melebihi ambang batas, dapat membahayakan kesehatan dan memicu terjadinya pemanasan global,” katanya

Lebih lanjut tambahnya untuk kualitas udara di kota Palembang masih sangat baik. Hal itu terbukti dengan didapatnya penghargaan sebagai kota dengan kualitas udara terbersih pada tahun 2014.

Kendati di tahun 2015 kota Palembang tidak ikut serta dalam ajang yang sama. Namun di tahun 2016 BLH kembali ikut serta untuk mendapatkan penghargaan kota dengan kualitas udara terbersih. “Kita tidak ikut serta di tahun kemaren karena adanya kabut asap yang menyerang Kota Palembang,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan di uji emisi ini selain  untuk mengukur kualitas udara juga sejauh mana kondisi kendaraan layak jalan atau tidak.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda pun menghimbau warga Kota Palembang untuk melakukan uji emisi terhadap kendaraan roda empatnya. Selain untuk mengetahui sejauh mana tingkat polusi udara yang dihasilkan dari gas buang kendaraan juga untuk mengetahui apakah kendaraan mereka bermasakah atau tidak.

Ini bukan hanya untuk tahu polusi apakah kendaraan bermasalah atau tidak. Karena emisi kendaraan yang tinggi maka kendaraan akan bermasalah. “Kita himbau warga untuk gunakan kesempatan ini karena akan sangat bermanfaat,” tukasnya. (korankito.com/ria)