Tak Dikasih Pinjaman Uang, Sopir Aniaya Rekan Sendiri

img-20160925-wa0000

Palembang – Lantaran terbukti melakukan tindak penganiayaan terhadap rekan satu kerjanya sebagai sopir yakni Febri (26) warga Jl. PSI Lautan Lrg. Bunga Tanjung Rt.01 Rw.01 No.10 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB.II Palembang ini terpaksa ditangkap petugas setelah menganiaya korban bernama Wendi Kaisar (37) warga jln. Kemang manis lrg. Kelapa gading 1 Rt.09 Rw.03 No.583 Kelurahan Kemang manis Kecamatan IB.II Palembang, dan mengancam menggunakan senjata tajam, Sabtu (17/9) kemarin.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut berawal saat tersangka dan korban bertandang kerumah Mulyadi yang terletak di Lrg. Kelutum Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II Palembang, Sabtu (17/9) sekitar pukul 13:00 WIB.

Diketahui, tersangka tanpa sebab yang jelas meminta uang kepada korban, namun korban tak mau memberikan. Karena kesal, tersangka pun langsung memukul korban dibagian wajah. Tak sampai disitu, tersangka pun langsung mengeluarkan sebulah senjata tajam jenis pisau dan hendak menusuk korban yang saat itu tak berdaya.

Beruntung kejadian tersebut dilerai oleh sang pemilik rumah yakni Mulyadi. Akibat kejadian tersebut, korban pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Polsek IB ll Palembang setelah melakukan visum. Alhasil, tersangka pun diringkus petugas saat berada dirumahnya, beserta satu bilah pisau yang digunakan tersanka untuk menusuk korban, jumat (23/9) sekitar pukul 22:30 WIB.

Saat dikonfirmasi perihal penangkapam tersebut, Kapolsek IB ll, Kompol Mayestika melalui Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara membenarkan, jika tersangka ditangkap usai terbukti adanya laporan dari korban tentang tindak pidana penganiayaan yang dilakukan tersangka. Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek IB ll Palembang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka kita tangkap setelah penyelidikan anggota terhadap laporan korban yang dianiaya tersanka serta sempat diancam menggunakan pisau,” ungkap Andi, minggu (25/9).

Ditanya perihal motif tersangka melakukan penganiayaan, Andi mengungkapkan, jika saat ini ia beserta pihaknya masih mendalami motif tersangka yang nekat melakukan tindak penganiayaan terhadap korban.

“Kita masih dalami ya, untuk sementara motif tersangka lantra tidak senang karena korban takmau memberikan uang sehingga memicu ketegangan hingga tersangka melakukan penganiayaan. Dan tersangka akan dikenakan Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan,” pungkas Andi. (korankito.com/kardo)