Bisa Dipercaya

Sekolah Bertaraf SSN Masih Berlantai Kayu

img-20160925-wa0006

Palembang – Salah satu sekolah bertaraf  SSN atau Sekolah Standar Nasional di kota Palembang (SMPN 33), masih berlantai papan kayu. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 33 yang notabene bertitle SSN dan terakreditasi A, masih belum tersentuh pembangunan dari Dinas Pendidikan kota maupun provinsi. Hal ini terlihat dari infrastruktur belajar dan mengajar yang kurang memadai seperti lantai kelas yang masih menggunakan papan kayu dan buku kurikulum 2013 serta lat peraga dan pendukung pembelajaran yang masih kurang memadai.

Sekolah yang terletak di atas rawa-rawa ini memiliki 22 kelas, namun hanya 2 kelas yang lantainya sudah dicor semen. Sedangkan kelas lainnya masih menggunakan papan kayu yang bila rusak akan ditampal lagi dengan papan yang lain. Kekurangan dana, inilah alasan dari pihak sekolah untuk merenovasi ruang kelas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar KBM). Akibatnya tak jarang anak-anak yang beraktivitas, kakinya terpelosok dan juga terkadang kelasnya bergoyang akibat siswa yang berlarian.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

Wakil kepala SMPN 33 Palembang, Erna Desi mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan proposal dana untuk merenovasi seluruh lingkungan sekolah, baik dari lantai sekolah, mushallah dan lapangan olahraga. Namun sampai detik ini (Senin, 26/9), belum ada tanggapan serius dari Dinas Pendidikan terkait. “Jadi, kami terpaksa menggunakan swadana dari guru-guru sekolah ini yang dikumpulkan tiap bulan sebesar Rp 10.000, guna memperbaiki sarana sekolah seperti membeli semen dan batu-batu bekas rumah-rumah warga yang direnovasi,” jelasnya. Senin (26/9).

Selain itu, keterbatasan buku dan kurikulum yang berganti juga dirasakan menyulitkan oleh guru apalagi siswa tidak memiliki LKS (Lembar Kerja Siswa) sebagai latihan siswaserta buku K13 untuk mereka belajar di rumah. “Kami sebagai guru bingung dalam mencerdaskan anak-anak bangsa disamping kurikulum yang berganti-ganti, pemerintah juga tidak memberikan solusi yang tepat kepada kami,” tuturnya dengan wajah lesu. (korankito.com/eja)