KBM SMKN 8 Masih Menumpang di SMPN 7 Palembang

_ssc0053

Palembang – Sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri 8 Palembang masih menumpang ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP) negeri 7 di Jalan Jend. A. Yani Plaju Palembang, untuk melangsungkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) sejak tahun 2014 lalu.

Saat ini (Senin, 26/9), siswa kelas 12 SMKN 8 Palembang baru melangsungkan KBMnya didua gedung yang baru saja selesai dibangun dengan pembagian 5 ruang kelas untuk pagi dan 5 kelas sisanya untuk kelas siang. Untuk siswa kelas 10 masih menumpang di SMPN 7 Palembang, sementara siswa kelas 11 yang saat ini sedang magang di 27 perusahaan di kota Palembang, juga akan memulai KBMnya di SMPN 7 jika telah selesai praktik magangnya.

Tampak para siswa kelas 12 yang baru memulai KBM pada hari ini, Senin (26/9),  sangat  antusias menempati gedung baru. Meski masih tercium bau cat dan banyak sisa pasir pasca pembangunan, para siswa sangat bersemangat belajar dan membersihkan lingkungan kelasnya.

Dari pantauan di lapangan, sekolah yang berdiri sejak 16 April 2014 lalu dan terletak di jalan Panca Usaha Kertapati ini dengan luas lahannya 16.000 meter persegi, tidak sampai separuhnya yang dibangun untuk ruang belajar dan ruang lainnya. Saat ini baru ada 5 ruang yang bisa ditempati dimana 3 ruang khusus belajar dan 2 ruang laboratorium yang disekat dan dibagi menjadi ruang belajar. Sedangkan untuk ruang gurunya juga masih berbagi dengan ruang kelas.

Kepala SMKN 8 Palembang, Ropik melalui wakil kepala sarana dan prasarana SMKN 8 Palembang, M. Dermawan mengatakan, untuk sementara baru ada 5 kelas, pagi 5 ruang operasional belajar (rombel), siangnya 5 rombel lagi. Saat ini kelas 10 menumpang di SMPN 7, kebutuhan kita itu setidaknya 39 ruang. “Minimal kami butuh 25 kelas untuk KBM. Kami juga sudah mengajukan proposal pembangunan langsung ke direktorat SMK kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud),” papar dia, Senin (26/9).

Untuk semua pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya menggunakan dana anggaran pendapatan belanja Negara (APBN), dari direktorat SMK Kemendikbud. Diakuinya, KBM perdana di gedung baru ini juga merupakan instruksi langsung oleh direktorat SMK Kemendikbud.

Sementara itu, wakil kepala hubungan masyarakat SMKN 8 Palembang, Marfensi menambahkan, animo masyarakat saat ini sudah cukup tinggi. “Tahun ini saja jumlah pendaftar untuk sekolah di SMKN 8 pada tahun ajaran baru 2017/2017 mencapai 800an orang lebih, karena keterbatasan rombel jadi kami hanya menerima 340 siswa untuk mengisi 10 rombel yang saat ini masih menumpang di SMPN 7 Palembang,” tambahnya.

Total siswa di SMKN 8 ada 640 siswa dengan 21 rombel, dimana 5 rombel di SMKN 8 dan sisanya di SMPN 7. Selain itu, ada 4 kejuruan yang ada di SMKN 8, yaitu Administrasi perkantoran, akomodasi perhotelan, teknik komputer jaringan, dan akuntansi. “Ada 54 tenaga pendidik di SMKN 8 ini, dimana 10 guru diantaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya memberdayakan tenaga honorer,” tutupnya. (korankito.com/eja)