Bisa Dipercaya

Temukan 20 Kasus Penimbunan

img-20160913-wa0008

Palembang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang melalui Komisi III menemukan hampir 20 kasus penimbunan rawa yang dilaporkan oleh masyarakat. Pemerintah pun harus waspada apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang, Firmansyah Hadi Kota Palembang sebagian terdiri dari rawa yang apabila Dimusim penghujan dengan intensitas tinggi akan terjadi genangan. Karena itu mengacu dari perda rawa yang ada dimana pembangunan yang akan dilakukan harus diimbangi dengan mesti menyisakan area resapan air sebanyak 30 persen dari luas lahan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.102

“Penimbunan lahan menjadi penyebab banjir, sehingga kita (dewan, red) mesti berkomunikasi dengan baik dengan pemerintah terkait, karena Laporan penimbunan rawa ada 20 kasus yang masuk pengaduannya kekita,” katanya, Minggu (25/9).

Ia mengatakan, penimbunan terjadi dominan untuk pembangunan perumahan di ujung Kota Palembang. Seperti Gandus, Jakabaring, Kertapati dan Talang Jambe menjadi daerah paling banyak yang ditimbun. “Lahan dengan luas lebih dari 3000 meter persegi harus ada Fasum (fasilitas umum) seperti kolam retensi dan lainnya 30 persen, sementara yang kurang dari itu menyesuaikan luasannya,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, minimnya kolam retensi  disekitar lingkungan juga menjadi permalahan. Pasalnya, minimal setiap kecamatan memiliki 2-3 kolam retensi. “Sementara saat ini sebagian besar tidak memenuhi, masih sangat kurang,” jelasnya.

Dikatakannya, pengadaan kolam retensi merupakan salah satu tupoksi Dinas PUBM dan PSDA. Idealnya, kota metropolitas seperti Palembang mesti memiliki 60 kolam. Namun, saat ini baru ada 25 kolam retensi di 2016. Kendala dari pengadaan kolam retensi ini karena lahan.

“Kedepannya kerja sama dengan PUBM dan PSDA mencari lahan, pemkot membeli dan membuat kolam retensi. Rencananya tahun depan dianggarkan 3-4 kolam. Sementara di anggaran perubahan dianggarkan untuk pembebasan lahan kolam retensi. Sekitar Rp5 miliar, karena ada yg belum lunas,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, salah satu solusi menghadapi banjir pihaknya akan membanguan sebuah Waduk, yang direnvanakan di Kelurahan Kelurahan Sri Jaya Keluarahan Alang- Alang Nesat (AAL).

“Pembangunan itu untuk menormalisasi sungai tersebut, bahkan berdasarkan kesepakatan antara Pemkot dan Warga di wilayah ini akan dibangunkan Waduk.  Karena menurutnya itulah solusi terbaik agar genangan air yang ada tidak lagi sampai pada volume yang sangat tinggi,” tandasnya. (korankito.com/ria)