Siap Kalahkan Sulsel

img-20160922-wa0038

Palembang – Tim sepakbola Sumatera Selatan (Sumsel) diluar dugaan berhasil membuat kejutan besar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016 dengan berhasil masuk ke babak 8 besar. Pasalnya, tim asuhan Rudy Keltjes mengawali perhelatan di ajang olahraga terbesar di tanah air ini dengan penuh keberuntungan.

Bahkan, untuk masuk ke babak 8 besar Sumsel seperti mendapatkan keberuntungan dan harus melalui status peringkat 3 terbaik. Di babak penyisihan grup B, Sumsel memang menderita 2 kali kekalahan saat bertemu Kalsel dan Sumut, dan cuma mencatat 1 kali kemenangan atas Sulsel yang akan kembali menjadi lawan di babak semifinal, Senin (26/9) sore di stadion Patriot Bekasi.

Hal ini sendiri diakui oleh Rudy Keltjes bukanlah sebagai sebuah keuntungan bagi anak asuhnya, mengingat semua kontestan di babak 4 besar diakuinya merupakan tim yang tangguh. “Kami dan Sulsel sudah sama-sama tahu, kemenangan di babak 2-0 saat babak penyisihan juga sudah saya minta lupakan karena justru bahaya jika mereka terlena dengan hasil itu,” ujar eks pemain timnas Indonesia ini.

Menurutnya, pihaknya di babak semifinal tidak memilih lawan dan hanya fokus untuk terus meningkatkan kemampuan Teja Paku Alam dkk. “Jabar atau Sulsel sama saja, karena jika ingin medali emas pada akhirnya juga akan bertemu satu sama lain. Sejak awal saya juga sangat percaya dengan kemampuan anak asuh saya, yang selalu saya katakan bahwa mereka lebih baik ketimbang tim Kaltim yang saya bawa meraih medali emas PON Riau 2012 lalu. Tugas saya sekarang hanyalah memastikan bahwa mereka turun ke lapangan dengan kondisi terbaiknya serta mampu menjalankan instruksi dengan baik,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Musni Wijaya, Ketua Umum Asprov PSSI Sumsel yang meminta seluruh pemain fokus selama 90 menit saat bertemu Sulsel nantinya. “Jangan euforia karena sudah membuat sejarah, sekarang saatnya menuntaskannya dengan membawa pulang medali emas ke Sumsel. Saya sendiri melihat kita punya kualitas untuk mewujudkannya dan dalam pandangan saya tim ini terus menunjukkan progress yang meningkat sejak awal PON,” ujarnya.

Bersama dengan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Syamsul Bahri yang menjadi tim manajer PON Sumsel, pihaknya pun tidak lupa membakar semangat seluruh pemain dengan guyuran bonus di setiap pertandingan untuk membakar semangat pemain di lapangan. “Tentu tujuan akhirnya adalah bonus apartemen dari bapak Gubernur Sumsel yang dijanjikan beliau bagi peraih medali emas Sumsel di PON ini. Namun di setiap laga kemarin, entah apapun hasilnya kami selalu menyiapkan bonus. Apalagi jika berhasil menang maka pasti akan lebih besar, karena kami tahu mereka sudah berjuang secara maksimal dan siap mati di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, di kubu Sulsel juga siap menorehkan sejarah lainnya di ajang PON Jabar ini. “Saya bersyukur Sulsel mampu melewati perjalanan berat. Ini sejarah sejak 2002 kami gagal masuk semi final PON,” kata pelatih Sulsel Syamsuddin Umar. Sebelumnya, Prestasi tertinggi Sulsel di cabang sepak bola yakni meraih perunggu pada PON 1977. Saat itu, Syamsuddin masih tercatat sebagai gelandang Sulsel. Syamsuddin pun enggan berkomentar soal peluang Sulsel di semifinal. “Saat ini, saya fokus menjaga harmonisasi dan stamina pemain. Bayangkan, dalam 10 hari kami sudah tampil dalam enam partai,” tukasnya. (korankito.com/resha)