Bisa Dipercaya

Kantor Kecamatan Diserbu Warga

img_20160923_102215

Palembang – Empat hari sisa batas waktu perekaman yang ditetapkan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menetapkan batas waktu perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) pada tanggal 30 September, warga semakin memadati kantor-kantor Kecamatan untuk melakukan perekaman. Hampir di Setiap kantor  kecamatan, terdapat antrian warga yang akan melakukan rekaman.

Perekaman ini sangat penting. Pasalnya jika sampai batas waktu yang ditentukan belum melakukan perekaman, maka akan ada penghapusan data secara otomatis.

Berita Sejenis

Seperti yang tampak di Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), Sabtu (24/9/2016). Begitu kantor kecamatan di buka pukul 07.30 warga sudah mulai berdatangan untuk mendaftar perekaman e-KTP.

Petugas Kecamatan pun langsung dibuat sibuk dengan mulai berdatangannya warga yang ingin merekam. Jam menunjukkan pukul 10.00 Wib bagian pelayanan yang terletak di lantai 2 kantor pun sudah penuh oleh antrian warga yang sedang menunggu perekaman.

Salah satu warga yang akan melakukan perekaman Ahmad Mustofa mengatakan, sudah mengantri sejak pukul 09.00 WIB untuk melakukan perekaman. Banyaknya antrian warga yang sudah lebih dulu mendaftar membuat ia harus sabar menunggu giliran.

“Sebenarnya sudah daftar dari kemarin.Hanya saja kemarin itu sudah tutup karena pelayanan sampai 60 perekaman saja. Begitu juga di hari Sabtu Layana rekaman e-KTP hanya sampai pukul 12.00 saja,” ujarnya.

Mustafa pun harus kembali lagi hari ini untuk menyelesaikan perekaman e-KTP. Apalagi dengan akan segera berakhirnya perekaman ditanggal 30 September nanti membuat Mustafa harus sesegera mungkin melakukan perekaman.

Sama hal nya pelayanan perekaman e-KTP yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang di kegiatan gotong royong yang dilakukan Setiap hari minggu. Bisa dikatakan kantor Disdukcapil berpindah-pindah pada Setiap hari Minggu untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan Disdukcapil.

Aktivitas seperti di kantor Setiap harinya menjadi pemandangan yang biasa di pelayanan Disdukcapil pada saat gotong royong. Mulai dari perekaman e-KTP, pendaftaran pembuatan akta kelahiran sampai akta kelahiran yang harus ditandatangi oleh Kepala Dinas langsung dilakukan pada saat pelayanan di kegiatan gotong royong.

Petugas Disdukcapil pun harus rela bolak-balik dengan membawa dua alat perekam e-KTP pada saat pelayanan di Setiap kegiatan gotong-royong. Himbau-himbauan pun disampaikan langsung petugas Disdukcapil mengenai e-KTP, akta kelahiran dan pelayanan yang diberikan Disdukcapil lainnya.

Kepala Disdukcapil Kota Palembang, Ali Subri mengatakan perekaman e-KTP yang sudah dilakukan tinggal 2,5 persen sampai 3 persen lagi dari jumlah wajib e-KTP di Palembang. Menurutnya sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan pemberitahuannya langsung mengenai adanya informasi dari media massa nasional mengenai perpanjangan waktu perekaman. “Kita masih berdasarkan dari surat Kemendagri kalau batas waktu perekaman sampai dengan 30 September nanti,” katanya, Minggu (25/9/2016) saat ditemui di pelayanan publik gotong royong.

Ali menambahkan jika nanti di batas waktu perekaman ternyata masih ada warga yang belum melakukan perekaman maka akan di ambil alih oleh Disdukcapil langsung. Jadi perekaman tidak lagi dilakukan di kecamatan.

Untuk pencetakan e-KTP sendiri tambahnya saat ini sudah dilakukan pencetakan sebanyak 121.865 e-KTP sejak dilakukan pencetakan sendiri di akhir tahun 2014 lalu. “Pencetakan e-KTP sudah hampir 97 persen tapi itu untuk yang sudah kita cetak sendiri di akhir 2014 lalu,” tukasnya. (korankito.com/ria)