Squash Berbagi Medali Dengan Jakarta

img-20160923-wa0026

Bandung – Target medali perunggu yang dibebankan kepada tim Squash oleh pengurus, akhirnya terwujud. Meski tak bisa melaju ke babak final karena kalah oleh tim Jawa Timur dengan skor 0-2, Squash beregu putri otomatis mendapatkan perunggu bersama DKI Jakarta yang kalah dengan Jabar di arena Squash Graha Siliwangi, Jumat (23/9) pagi.

Atlet beregu yang turun yaitu Dwi Muzaiyaro, Nilvia, Melissa dan Emilia terlihat kalah pengalaman. Beruntung, sampai menit terakhir pertahanan Squash Sumsel bisa membendung para pemain Jatim yang dimotori Irma yang juga atlet senior dan andalan Indonesia.

Pelatih Squash Sumsel Wawan mengatakan, dari segi permainan anak asuhnya memang kalah kelas karena berhadapan dengan pemain yang notabene adalah atlet Pelatnas. Bahkan diakui Jatim lebih siap bertanding karena melakukan training center (TC) ke Malaysia sebelum PON berlangsung.

“PON kali ini Sumsel mengirim atlet muda, tapi bisa menunjukan kemampuan yang terbaik dan meraih perunggu, Dwi dan kawan-kawan sudah tampil habis-habisan, namun tidak bisa maju ke final setelah kalah dari Jatim,” ungkapnya.

Dia menambahkan, target yang diinginkan KONI memang medali perunggu, dan itu dinilai realistis. Sehingga saat bertanding para pemain tidak terlalu terbebani dengan target tersebut.

“Untuk Squash sudah selesai, kedepannya kita ingin ada program seperti Jatim yang melakukan TC ke Malaysia, bahkan dalam bulan Oktober ini rencananya akan ikut dalam sirkuit internasional,” ungkapnya.

Selama PON berlangsung, hampir seluruh kekuatan pemain merata kecuali tim Jatim dan Jabar. Bahkan Kaltim hanya menurunkan pemain yang jauh lebih muda dari atlet Sumsel, tentunya ini menjadi motivasi untuk mengangkat cabor Squash di Sumsel lebih berkembang lagi dengan melakukan pembinaan usia muda.

Dengan hasil meraih perunggu, para pemain juga kini tengah dilirik PB Pusat untuk masuk dalam program Pelatnas, adapun ketiga atlet yang sudah masuk radar diantaranya Dwi, Nilvia dan Melissa.

“Prospek kedepan bagus, mereka memiliki teknik bagus dan PB sangat ingin atlet Sumsel masuk Pelatnas, saya sebagai pelatih tentunya mendukung langkah PB ini. Karena kekuatan mereka sudah merata dengan beberapa pemain senior,” pungkasnya. korankito.com/resha