Atletik Sumsel Awali PON Dengan Dua Medali

img-20160923-wa0023

Palembang – Kontingen Sumatera Selatan memberikan torehan positif di hari pertama pertandingan cabor Atletik. Meski belum mendapatkan medali emas, namun setidaknya dua atlet Sumsel sukses menyumbangkan dua medali.

Bertanding di Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor, Jum’at (23/9). Ni Putu Desi yang turun di nomor lompat galah sukses meraih medali perak dengan lompatan 3,65. Kalh tipis dari lompatan atlet DKI Jakarta, yang berhasil mencapai 3,75.

Sementara di nomor lari gawang putri 200 Meter, Sri Maya berhasil menorehkan medali perunggu dengan catatan waktu 24,93. Kalah cepat dari pelari Jatim Tri Setya Utami yang mencatatkan waktu 24, 62 detik. Sementara medali perak ditorehkan pelari Bali, Dewi Ayu Agung 24,71 detik.

Pelatih Atletik Abdul Kadir Sani mengaku cukup puas dengan hasil yang didapat anak asuhnya. Menurutnya hasil yang didapat dihari pertama sangat realistis. “Sebenarnya hasil ini tidak buruk, meski tidak dapat emas namun anak-anak sudah beusaha dengan baik,” ujarnya

Lebih lanjut dia mengatakan tim cabor Atletik Sumatera Selatan pada pekan olahraga nasional (PON) 2016 menargetkan bisa mendulang dua emas, hal itu cukup beralasan karena Sumsel memiliki beberapa atlet berpengalaman dimasing-masing nomor.

Sumsel secara umum jika dilihat kesiapan atlet yang dimiliki saat ini, ada peluang untuk meraih emas. Menurutnya Sumsel memiliki peluang besar dimomor 110 meter putra , 5000 dan 10000 meter putra, serta 400 meter putri, namun tentunya perlu kerja keras dari para atlet yang bersangkutan.

“Jika dilihat memang yang turun hari ini bukan pada nomor spesialis atlet, seperti Rio Maholtra yang turun di lari gawang 110 Meter dan Sri Maya di nomor 400 meter gawang. Artinya kita masih punya peluang besar untuk dapat medali emas,” katanya.

“Kalau persiapan tentu sudah tidak ada masalah lagi bagi tim kita, namun pesaing dan keberuntungan juga jadi faktor yang perlu diperhitungkan bagi atlet yang akan turun,” sambungnya.

Pada pertandingan besok Jauhari Johan yang hari ini gagal di nomor 5000 Meter masih akan turun di nomor spesialisnya yakni nomor  10000 meter putra, begitupula Rio Maholta dinomor 110 meter. Pada nomor 5000 dan 10000 meter Jauhari memliki saingan berat yakni Agus Prayogo Jabar dan Sodik dari Daerah Istimewa Yogyakarta, sementara Rio Maholta memiliki saingan berat di 110 meter yakni  Jawa Barat II Diki dan Aris.

Selanjutnya untuk putri 400 meter yakni Srimaya perlu mewaspadai Indah asal Bali merupakan pesaing terberatnya. “Kita harapkan para atlet bisa fokus, demi meraih yang tebaik di PON Jawa Barat kali ini, kita mohon doa’anya,” pungkasnya. korankito.com/resha