Sering Dimarah Suami, Istri Ingin Terjun Dari Ampera

Jpeg

Jpeg

Palembang – Kesal lantaran sering dimarahi suaminya, membuat seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yakni Zubaidah (33) yang tinggal di kawasan Kecamatan Kertapati Palembang, mencoba mengakhir hidupnya dengan cara melompat dari atas Jembatan Ampera, Jum’at (23/9) sekitar pukul 11:00 WIB.

Beruntung, aksi nekatnya diketahui oleh petugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kebetulan sedang melintasi Jembatan Ampera. Zubaidah pun diamankan ke Pos Polantas Bundaran Air Mancur selanjutnya diserahkan ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi percobaan bunuh diri Zubaidah dipicu seringnya ia dimarahi oleh suaminya, meskipun tidak ada kesalahan yang dilakukannya.

“Kesal dengan suami sata yang selalu tidak bisa menahan emosi. Setiap kali ada masalah ditempatnya bekerja, dia selalu melimpahkan amarahnya ke saya, marah-marah tak jelas dengan saya,” ujar Zubaidah saat memberikan keterangan di PPA Polresta Palembang.

Menurutnya, sejak ia menikah satu tahun yang silam, permasalahan rumah tangganya sering terjadi. Padahal, sebelum menikah prilaku suaminya tersebut tak seperti itu, jangankan main tangan marah pun tak pernah.

“Padahal sebelum menikah itu, dia tidak seperti itu. Permasalahan cuma selisih paham saja, bukan masalah ekonomi atau adanya orang ketiga,” ujar pegawai kebersihan di rumah sakit di Palembang ini.

Lanjutannya, selama ini ia masih berusaha bersabar atas tingkah lakunya suaminya. Namun, belakangan ini kuat menjadi pelampiasan kemarahan suaminya. Maka dari itu, dirinya ingin bunuh diri dengan cara terjun dari atas Jembatan Ampera.

“Saya sudah tidak kuat pak menaha semua ini, biar dia puas makanya saya ingin bunuh diri saja, agar semua permasalahan bisa selesai. Nanti, urusannya dengan yang Maha Kuasa di akhirat nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reg Ident Polresta Palembang, Iptu Ricky Mozam mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan adanya warga yang ingin bunuh diri tersebut, pihaknya langsung mengamankan Zubaidah.

Korban langsung dibawa ke Unit PPA Satreskrim Polresta Palembang untuk dimintai keterangan. “Korban diselamatkan oleh anggota TNI dan diserahkan ke kita. Belum diketahui motif percobaan bunuh diri tersebut, masih kita mintai keterangan,” papar Ricky.

Selanjutnya, kata Ricky korban akan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. “Korban akan kita lakukan pembinaan Agra tifak mengulang perbuatanya, setelah itu akan kita antar pulang diserahkan ke pihak keluargan,” tutupnya. (korankito.com/denny)