Bisa Dipercaya

Pencetakan E-KTP Terkendala Alat

e-ktp

Palembang – Membludaknya warga yang mendatangi kantor Kecamatan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang untuk melakukan perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) setelah pemerintah memberikan deadline perekaman sampai dengan akhir september nanti dinilai perwakilan  Ombudsman Republik Indonesia, dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintah tentang e-KTP. Menurutnya pemerintah seharusnya lebih proaktif mengenai e-KTP ini. Mengingat proyek ini sudah lama.

“Kita lihat pemerintah tidak mengantisipasi terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya saat meninjau langsung perekaman e-KTP di Kecamatan Alang-Alang Lebar,” Jumat (24/9).

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Seharusnya pemerintah sudah sejak lama mengusahakan perekaman e-KTP ini selesai.  Sehingga pemandangan membludaknya warga yang mengantri di Kantor-Kantor Kecamatan untuk melakukan perekaman tidak perlu terjadi. Dengan demikian pemerintah tidak perlu repot membuat batasan waktu atau deadline perekeman sampai dengan akhir September ini meskipun nantinya akan ada perpanjangan waktu perekaman.

“Dalam hal ini warga tidak salah. Pemerintah yang tidak pro aktif. Seharusnya pemerintah yang menyegerakannya bukan sebaliknya warga yang cari-cari pemerintah,” katanya.

Menurut Su”adi untuk perekaman e-KTP di Palembang sendiri sebenarnya tidak ada kendala. Hanya saja kendala ada di proses pencetakan e-KTP itu sendiri. Pencetakan yang lambat dikarenakan alat untuk pencetakan hanya ada di Kantor Disdukcapil saja. “Sedangkan di kantor Kecamatan alat pencetakan itu belum ada. Kendala ini bukan hanya terjadi di Palembang saja, namun juga hampir diseluruh Indonesia,” bebernya.

Seharusnya kedepan nanti lanjutnya agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Semua sarana dan prasarana seperti alat perekam, alat pencetakan serta blanko harus sudah siap di Kecamatan masing-masing. Sehingga tidak perlu meminta penambahan kepada pusata berulang-ulang. Dengan begitu pelayanan kepada masayarakat akan lebih optimal lagi dan masyarakat puas dengan pelayanan publik yang diberikan oleh kecamatan.

Sementara itu Camat Alang-Alang Lebar (AAL) Ricky Fanoly Harahap mengatakan saat ini proses perekaman e-KTP di kecamatan Alang-Alang Lebar sudah berjalan sembilan puluh lima persen dari jumlah warga yang wajib e-KTP diwilayah Alang-Alang Lebar. Hanya saja memang saat ini masih ada kendala dalam pencetakan e-KTPnya. Untuk proses pencetakan sendiri saat baru berjalan lebih kurang 60 persen. “Amasih ada sekitar lima persen lagi dari total 90.000 warga AAL yang wajib KTP yang belum melakukan perekaman,” ujarnya.

Bahkan pihaknya sedang mengupayakan untuk menyediakan alat pencetakan e-KTP di tahun mendatang. Rencananya pada Bulan Oktober mendatang satu unit mesin pencetak e-KTP sudah bisa di sediakan di setiap kecamatan. Dan di anggaran induk tahun 2017 akan dilakukan penambahan satu lagi alat pencetakan e-KTP. “Dengan begitu, setiap kecamatan akan memiliki alat pencetak e-KTP,” jelasnya

Lebih lanjut Ricky menambahkan pihaknya optimis akan dapat menyelesaikan proses perekaman e-KTP yang tinggal lima persen lagi. Apalagi dengan adanya kegiatan gotong-royong yang dilakukan setiap hari minggu, kecamatan Alang-Alang Lebar juga ikut ambil bagian dnegan membuka layanan perekaman di lokasi gotong-royong. “Hari Sabtu pun kita tetap buka setengah hari dari jam 09.00-12.00 untuk melayani warga yang akan melakukan perekaman,” tandasnya.(koran kito.com/ria)