Bisa Dipercaya

Disbudpar Fungsikan Bungalow Pulau Kemaro Untuk Menunjang Paket Wisata Sungai di Palembang 

PELEPASAN LAMPION. Warga keturunan tionghoa melakukan pelepasan lampion dalam perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang, Sabtu 20 Febuari 2016. Pelepasan lampion keudara ini disertai doa dan harapan. Indonesia Press Photo/Wai.
PELEPASAN LAMPION. Warga keturunan tionghoa melakukan pelepasan lampion dalam perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang, Sabtu 20 Febuari 2016. Pelepasan lampion keudara ini disertai doa dan harapan. Indonesia Press Photo/Wai.

Palembang – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Palembang sedang merancang paket pariwisata yang diintegrasikan dengan objek wisata sungai dan wisata religi. Jika pariwisata sungai berkembang, bungalow di Pulau Kemaro tentu mudah dioperasionalkan. Hal ini diungkapkan Kepala Disbudpar Kota Palembang, Isnaini Madani kepada wartawan, Kamis (22/9).

Isnaini mengatakan melalui program pengembangan wisata sungai dan wisata religi yang sudah disusun pihaknya, sepuluh bungalow yang merupakan resort tepian sungai Musi pertama di Palembang, akan segera difungsikan sebagai satu kesatuan dari paket wisata yang akan kita promosikan. “Bungalow ini belum aktif karena belum ada konsep jelas terkait operasionalnya. Apalagi jumlah bungalow yang tanggung, sulit untuk dipasarkan,” katanya.

Berita Sejenis

Pelatih Suguhi Ini Kepada Pemain SFC

Opang ‘Nyambi’ Jadi Kurir Sabu

Dititipkan Mobil Menunggak Cicilan, Abdul Kadir Dibui

1 daripada 3.064

Dengan berkembangnya pariwisata sungai, maka akan dengan mudah mengoperasionalkan bungalow yang sudah selesai dibangun sejak akhir 2014 lalu dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar.

Isnaini menyampaikan, pihaknya menargetkan akan menambah minimal 25 bungalow pada 2017 nanti dan mempersiapkan beberapa sarana pendukung lain dalam penjualannya.

“Saat ini baru ada 10 bungalow yang idealnya diisi oleh 2 orang.Sehingga ini masih dianggap kurang apabila ingin menjadi objek wisata untuk para pengunjung. Karena untuk menjualnya, selain harus memberikan fasilitas yang lengkap, jumlah bungalow menjadi hal yang penting, dalam menawarkan paket menginap untuk perusahaan,” jelasnya.

Isnaini mengatakan, berdasarkan Detailed Enginering Design (DED) pihaknya dapat menambah sampai 50 bungalow untuk mendukung paket pariwisata yang akan dijalankan. Karena, wisata sungai musi memiliki potensi yang cukup menarik, yang dapat memancing minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Nanti akan kita lengkapi semua, dengan memberikan beberapa penunjang kawasan objek wisata bungalow seperti, acrtion area, fasilitas meeting room, ballroom, ruang makan, termasuk juga kantor pengelola. Kita akan kembangkan lagi area ini dan juga bisa membuat semacam atraksi untuk menarik wisatawan,” tandasnya. (korankito.com/ria)