Bisa Dipercaya

Mortir Zaman Perang Ditemukan Warga

img_0167

Palembang – Warga Jl Ki Gede Ing Suro Lrg Nur Kecamatan Ilir Barat ll Palembang, Jumat siang digegerkan dengan penemuan sebuah Mortir yang diduga bekas zaman perang. Penemuan tersebut berawal, saat Efendi alias Pepen (25) mau mengambil puing-puing kayu bekas galian proyek Musi 6 yang akan di jual. Saat tengah mengais sisa-sisa sampah tersebut, dirinya terkejut saat melihat benda yang berbentuk aneh.

Diketahui, Pepen yang bekerja sebagai pemulung ini tidak mengetahui jika benda tersebut jenis peledak berjenis Mortir yang sewaktu-waktu dapat mengancam jiwanya. “Saya tidak tahu kalau benda itu mortir berbahaya pak, niat saya cuma mau cari barang bekas,” ucapnya saat ditemui dilokasi kejadian, Jumat (23/9).

Berita Sejenis
1 daripada 3.096

Kembali di tambahkan pepen, saat itu dirinya penasaran, dan sempat mengguncang-guncangkan mortir tersebut, namun saat di guncang, terdengar suara desiran, hingga membuat dirinya takut dan langsung membuang mortir tersebut. “Barang itu sempat saya guncang-guncang pak, lalu terdengan suara desiran dan saat itu saya jadi takut dan langsung saya buang lalu saya memanggil warga” jelasnya.

Sementara itu menurut Kapolsek IB ll AKP Mayestika saat ditemui dilokasi penemuan mengatakan, jika penemuan benda diduga mortir ini berawal saat seorang pekerja proyek musi 6 tengah menggali. Dan tanpa ia sadari yang di galinya tersebut terdapat benda jenis mortir kurang lebih panjangnya 25cm.

“Mortir tersebut diduga hasil galian dari salah seorang pekerja proyek musi 6 yang saat itu tidak sadar kalau menemukan mortir, namun yang memindahkan nya Pepen dari lokasi awal penemuannya”ujar Mayestika.

Saat disinggung apakah benda tersebut masih aktif atau tidak mayestika menjelaskan, jika saat ini mortir tersebut masih akan diperiksa, dan pihaknya masih belum memastikan apakah masih aktif atau tidak.

“benda tersebut kami tidak tahu masih aktif atau tidak namun kita serahkan saja kepada tim dari gegana yang menjelaskanya ya. Saat ini lokasi sudah kuta sterilkan dengan memasang garis polisi,” pungkasnya.(korankito.com/kardo).