Selangkah Lebih Dekat Menuju Digital Class

_ssc0184

Palembang – Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dispora) kota Palembang gelar bimbigan teknologi (bimtek) tingkat sekolah dasar (SD), guna menuju digital class. Dalam bimtek ini yangvlebih diutamakan adalah digitalisasi sistem administrasi dan model pembelajaran. Peserta nya sendiri diikuti oleh 79 orang pengawas SD, 300an guru SD, 300an operator SD dan 16 operator dari  unit pelaksana teknis dinas (UPTD) se-kota Palembang.

Kegiatan ini bertujuannya untuk membuat administrasi dan proses pembelajaran dalam 1 sistem server. Untuk pelaksanaannya sendiri dimulai sejak tanggal 21-24 Septembwr 2016, dari pukul 08.00-16.30. sedangkan untuk materi kegiatannya, diklasifikasikan tergantung tingkatannya selama 1 hari.

Kasi kurikulum TK/SD Dispora kota Palembang, Haria Basid mengatakan, contohnya administrasi sekolah dalam laporannya akan langsung terkoneksi ke pusat atau kementwrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud). Hal ini agar tidak terjadi tumpang tindih data seperti yang selama ini sering berbeda data karena masih manual. Kalau administrasi guru yang ada 17 jenis administrasi, dan salah satunya adalah perangkat pembelajaran yang biasanya masih dalam bentuk cetak, kini sudah berupa sofware. Jadi, melalui program ini pengawas bisa mengecek guru binaannya, lengkap atau tidak administrasinya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah digitalisasi proses pembelajaran, kita buat model pembelajaran dalam bentuk aplikasi. Misalkan, guru mengajarkan dan memberikan tugas kepada anak bisa diterapkan model online, bagi anak yang sudah bisa mengunakan perangkat ilmu dan teknologi (IT), seperti perangkat laptop atau komputer dan gadget.

“Tujuan lainnya juga untuk mendidik anak menggunaan IT dengan baik. Pekerjaan anak akan dikerjakan secara online, mereka akan mengirimkan dan belajar menggunakan IT bahkan dari rumah. Selama masih ada jaringan internet dan IT, mereka masih tetap bisa belajar meski dalam keadaan izin ataupun tidak bisa hadir ke sekolah,” terangnya, Kamis (22/9).

Bagi anak-anak yang belum mempunyai atau belum menguasai IT tersebut di rumahnya, sistem ini tidak diterapkan dulu, dan ini tidak mengurangi kegiatan belajar mengajar (KBM) pada umumnya.
“Sistemnya berupa server, jadi tinggal mengkoneksikan dan membuka kunci dan usernamenya. Dan ini adalah salah satu langkah yang semakin dekat dengan program digital class di kota Palembang,” pungkasnya. (korankito.com/eja)