Ingin Jual Emas Palsu, Rusnan diciduk Polisi 

img_20160921_164214

Palembang – Berdalih tak mempunyai uang untuk biaya hidup, membuat Rusnan (35) nekat menjual seuntai kalung emas palsu dengan berat 3 suku, kepada seorang pemuda yakni Firmasnyah (24) warga Desa IV, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan.

Atas ulahnya, pria yang tercatat sebagai warga Jalan Balap Sepeda, Lorong Swadaya, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang harus mendekam di sel tahanan Polresta Palembang, setelah ditangkap Satlantas Polresta Palembang, Rabu (21/9) sekitar pukul 14:00 WIB.

Berdasarkan pengakuan korban, kejadian tersebut bermula saat ia naik bus kota jurusan Plaju-KM 12 dari SPBU KM 12 Jalan Palembang-Betung, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, hendak menuju kawasan Plaju Palembang.

Lalu, saat tiba di kawasan Jalan Kol H Burlian Km 10 Palembang, naiklah pelaku Firmansyah yang langsung duduk disebelahnya. Saat dalam perjalanan itulah, Rusnan menceritakan masalah yang sedang menimpa dirinya dan hendak pergi ke Lampung.

“Katanya dia habis menikam orang, dan akan lari ke Lampung. Kemudian, dia ingin menjual emas untuk ongkos kesana. Minta temani saya menjualnya, dengan upah kalau terjual Rp 500 ribu,” ujarnya saat memberikan keterangan di SPKT Polresta Palembang.

Lanjutnya, saat itu juga Rusnan menawarkan emas palsu tersebut kepada korban seharga Rp 2 juta. “Katanya, emas itu sudah ditawarkan ke orang lain seharga Rp 6 juta, tapi tidak kasihnya, ditawarkan dengan saya seharga dua juta. Dia juga bilang kalau ketemu lagi, bayar saja sisanya,” tututnya.

Dikarenakan sudah mengetahui modus yang digunakan pelaku, korban berpura-pura ingin membeli emas tersebut. Lalu, ia turun di depan pusat perbelanjaan Internasional Plaza (IP) Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

“Saya sudah dua kali kejadian seperti ini, jadi tau modus yang digunakannya. Saya ajak, dia ke IP untuk pura-pura mengambil uang. Nah, pas dekat dengan pos lantas disana, saya panggil polisi di sana, dia kabur, dikejarlah oleh petugas dan warga,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku mengatakan ia mendapatkan emas palsu berserta surat itu dibelinya di pasar. Jika berhasil, uangnya digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. “Saya bekerja di perkebunan kelapa sawit, gaji saya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, makanya saya jual emas itu. Anak saya empat. Baru sekali inilah pak melakukannya, belum pernah dipenjara. Saya menyesal oak melakukannya,” sesal tersangka.

Disisi lain, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede membenarkan adanya penangkapan pelaku yang menjual emas pelaku. Saat ini pelaku, masih menjalani pemeriksaan Satreskrim Polresta Palembang untuk mengembangkan kasus tersebut.

“Pelaku masih kita periksa untuk mencari korban lainnya, pelaku akan dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. Barang bukti yang kita amankan seuntai kalung emas dan surat palsu milik tersangka untuk menjalankan aksinya,” tutupnya. (korankito.com/denny)