Bisa Dipercaya

Cemburu Buta, Suami Tikam Istri Empat Lobang

Jpeg
Jpeg

Palembang – Lantaran cemburu buta, membuat Irvan Sodarnoto (33) yang tinggal di Mess PT PBL Divisi Perambahan, Kecamatan Banyausin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, nekat menikam Elisa Sutini (30) yang tak lain adalah istri dari tersangka sendiri.

Atas kejadian tersebut, korban ditikam sebanyak empat lobang, diantaranya tiga di bagian dada kiri serta kanan, di punggung bagian belakang, dan satu luka sayatan ditangan kiri bagian atas, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Kusta, Kecamatan Mariana Banyuasin.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Sementara pelaku, berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Mariana, saat hendak pergi ke Rumah Sakit Kusta untuk berobat atas luka tusuk di bagian perut, akibat dari percobaan bunuh diri yang dilakukanya usai menikam istrinya tersebut.

Kapolsek Mariana, AKP Nazirudin mengatakan penangkapan pelaku, bermula adanya laporan dari keluarga korban yang mengatakan kalau Elisa sudah ditikam oleh Irvan. Dari situlah, pihaknya langsung mengejar pelaku dan menangkap tersangka sebelum melarikan diri.

“Jadi, setelah mendapatkan laporan kalau korban ditusuk oleh suaminya, anggota Kepolisian Polsek Mariana langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara, dan mengamankan pelaku yang hendak berobat,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolsek Mariana, Rabu (21/9) siang.

Lanjut Nazirudin, motif Irvan yang melakukan penikaman terhadap korban Elisa, didasari perasaan cemburu, saat mendapatkan korban sedang dekat maupun mengobrol bersama lelaki lain. “Dia ini cemburu bersama istrinya, tapi tidak jelas apa dasarnya cemburu,” katanya.

Masih dikatakannya, setelah menusuk Elisa sebanyak empat lobang, tersangka Irvan mencoba untuk mengakhiri hidupnyaz dengan cara menusuk perutnya menggunakan pisau yang sama saat menikam istrinya tersebut.

“Setelah menikam itu, pelaku melarikan diri keluar mess, dan mencoba untuk bunuh diri, dengan cara menusukan pisau ke perutnya. Nah, dengan dia mau pergi berobat itulah, kita amankan dia,” tambahnya.

Menurutnya, pelaku akan dikenakan UU 23 tahun 2002 pasal 44 dengan ancaman lima tahun penjara. “Barang bukti yang kita amankan, sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menujah korban,” tuturnya.

Disisi lain, pelaku Irvan enggan diwawancari, ia hanya tertunduk diam saat diajukan pertanyaan. Hanya saja, saat digiring kedalam sel tahanan Mapolsek Mariana, ia mengatakan akan bertangung jawab atas perbuatannya. “Saya sayang anak dan istri, meskipun dipenjara, saya akan bertanggungjawab,” tutupnya. (korankito.com/denny)