BNN Sosialisasikan Bahaya Narkoba Berkonsep Edutaiment

_ssc0170

Palembang – Guna mensosialisasikan bahaya narkoba sejak dini, badan narkotika nasional (BNN) tampilkan sosialisasi dalam konsep edutaiment kepada pelajar di Madrasah Aliyah (MA) negeri 3 Palembang, Kamis (22/9). Penuh semangat, suasana riuh gegap gempita mengisi aula serbaguna MAN 3 Palembang, saat ratusan siswa mendapatkan sosialiasi mengenai bahaya narkoba bagi kalangan anak muda.

Ada hal yang berbeda dan unik dalam penyampaian akan bahaya narkoba kepada siswa tersebut, pihak BNN Sumatera Selatan (Sumsel) berkerja sama dengan Pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) provinsi Sumsel dengan menyuguhkan atraksi sulap dan hiburan lainnya.

Brigadir Jenderal Polisi sekaligus pemateri dari BNN pusat, Viktor  Pudjiadi  menjelaskan, pemberian sosialiasi terbaru dari BNN dengan konsep hiburan dan pendidikan bagi pelajar. Harapannya, dengan langkah ini daya serap siswa akan lebih besar karena dibuat dengan program sosialiasi yang sangat menarik. “Kami bertujuan untuk membuat siswa lebih paham serta lebih cakap untuk menghindari narkoba. Harapannya dengan konsep edutaiment ini, 100 persen materi yang disampaikan akan mudah diingat oleh pelajar,” harapnya.

Menurutnya, secara ilmiah pengaruh audiovisual motorik akan membuat siswa lebih mudah menyerap ilmu yang disampaikan. Mengingat siswa tidak hanya sekedar mendengarkan materi melainkan juga diajak bermain dengan beragam games yang disiapkan, sehingga mereka tidak bosan dan monoton.

Sementara itu, Wakil Ketua PKK Provinsi Sumsel, Tarlita Ishak Mekki menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk dorongan moril akan pemberantasan narkoba di Sumsel. Pemberian sosialiasi yang ditujukan pada kalangan pelajar ini diharapkan menjadi penyaring akan pergaulan mereka agar terhindar dari narkoba, mengingat banyaknya modus yang dilakukan para pengedar narkoba untuk meracuni generasi bangsa.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi narkoba yang sedang merajalela sekarang, Sumsel sendiri termasuk peringkat ketiga besar se-Indonesia yang terbanyak penguna narkoba. Oleh karena itu, kami ingin membantu mengkampanyekan bahayanya di generasi muda,” pungkasnya. (korankito.com/eja)