Bisa Dipercaya

Zero Penyakit, Dinkes Lahat Sisir Desa

zero-penyakit-dinkes-lahat-sisir-desaDalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan aksi jemput bola dengan target masyarakt Bumi Seganti Setungguan bebas penyakit.

Untuk itu sejak 2012 Dinkes, Lahat membentuk tim dokter masuk desa (DMD) dengan cara menyambangi setiap sudut desa. Hingga saat ini tim DMD Dinkes telah menyisir 130 desa dari 367 desa se-Lahat. Tugasnya, untuk menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan gratis atau cuma-cuma. Target lain melakukan penyuluhan tentang kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Lalu menjaring pasien dari kalangan kurang mampu misalnya menderita katarak, bibir sumbing dan hidrocefallus untuk dirujuk dari puskesmas hingga rumah sakit dan diobati secara intensif.

Upaya jemput bola dalam mendatangi pasien yang dilakukan 4-5 kali dalam sepekan tersebut juga membawa dokter spesialis untuk berkunjung ke puskesmas melakukan pelayanan kesehatan yang terjadwal sehingga pasien penyakit khusus dikumpulkan untuk menerima pelayanan kesehatan, antara lain dokter spesialis kebidanan serta transfer knowledge untuk tenaga medis yang ada di puskesmas.

Berita Sejenis
1 daripada 3.088

Rupanya, program inovatif Dinkes lewat DMD disambut antusias masyarakat. Buktinya, setiapkali dokter dan tim yang terdiri dari delapan orang membuka tempat praktik kerap diserbu warga. Bayangkan, jumlah pasien yang datang sekitar 150 hingga 180 pasien. Mereka malah menunggu kedatangan dokter masuk desa dan justru merasa bisa berobat langsung dengan dokter mereka sangat senang.

Junaidi,40, warga Desa Tinggi Hari, Kecamatan Gumay Ulu, mengaku, senang bisa diperiksa dokter. ‘’Tadi tu kami dak tau, jadi cuman sikok-sikok yang berobat. Pas tau itu dokter masuk desa berobatnyo gratis pulo. Ai, ramai juge yang melok perikso. Kebetulan anakku sakit diare, tadi la diperiksonyo,’’ ungkapnya, sembari mengatakan kebetulan jarak puskesmas jauh dari tempat tinggalnya.

Bupati Lahat, Aswari Riva’i mengemukakan, dalam kepemimpinannya sektor kesehatan memang menjadi salah satu fokus perhatian. ‘’Saya berharap desa-desa yang ada bisa terjangkau semua, agar kesulitan masyarakat untuk berobat karena jarak yang cukup jauh dari pusat kesehatan yang ada dapat teratasi,’’ tegas Aswari.

Selain itu, tambah Bupati, yang paling krusial masalah ekonomi membuat mereka enggan berobat karena biaya menuju pusat kesehatan yang cukup jauh dengan biaya yang besar. Kedepan Dinkes mencoba mengandeng perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Lahat untuk melaksanakan program ini hingga bisa menjangkau seluruh desa.

Aswari juga menjelaskan, agar seluruh program kesehatan berjalan dengan optimal Dinkes Lahat telah menyiapkan sebuah sistem monitoring evaluasi terpadu (MET) fungsinya sangat penting selain mendata soal kinerja juga membuka hot line di MET, sehingga apapun input dari masyarakat atau elemen lainnya dapat termonitor. ‘’MET itu untuk menangkap apa yang tersirat di masyarakat baru setelah itu kita optimalkan dengan sebuah tim termasuk sarananya,’’ kata Wari. (adm.hms)