Sekda Minta Sekolah Dirikan Satgas Anti Narkoba

img-20160921-wa0026

Palembang – Sebanyak 500 peserta dari kalangan pelajar sekolah maupun mahasiswa Universitas di kota Palembang, ikuti seminar hari anti narkoba (Hani) di gedung Istana Kopi, Rabu (21/9). Dari pantauan di lapangan, terlihat para peserta mendapatkan sebuah pertunjukan sulap dan seminar mengenai bahaya penggunaan narkoba yang di datangkan langsung dari BNN Republik Indonesia (RI).

Seminar ini menjelaskan mengenai bagaimana cara Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), terutama di kalangan pelajar kota Palembang.

Sekertaris daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mustopa mengatakan, seperti terlihat peserta yang hadir ini banyak dari pelajar kota Palembang. Seminar ini juga salah satu upaya nyata kita untuk mengurangi penyalahangunaan narkoba khususnya di sekolah-sekolah kota Palembang.

“Kami juga meminta tidak hanya kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, nanti kedepan pihak terkait harus lebih giat lagi ke sekolah-sekolah dan diminta melaksanakan sosialisasi seperti saat ini. Saya juga meminta badan narkotika kota (BNK), walaupun mereka bukan badan narkoba nasional (BNN), tentunya BNK bisa memaksimalkan kerja mereka secara optimal. Dari data yang diketahui sebanyak 370 kasus lebih yang mengenai narkoba yang tertangkap oleh BNN kota Palembang,” harapnya.

Menurutnya, kasus penyalahgunaan narkoba seperti ini tentunya menyedihkan bukannya membanggakan, memang  membanggakan secara korelasi, tapi menyedihkan buat kota Palembang karena di kota Palembang masih banyak orang menggunakan barang haram tersebut.”Ini adalah tantangan utama bagi kota Palembang, kita juga meminta BNK meningkatkan kerjanya untuk lebih memaksimalkan supaya hasilnya lebih baik. “Jadi, seluruh sekolah di kota Palembang harus membentuk satgas anti narkoba, sesuai visi pendidikan disekolah Narkoba NO, Prestasi YES,” tuturnya.

Senada, Kepala BNK Palembang Ismail Ishak menambahkan, kegiatan ini merupakan seminar, apalagi tepat pada 21 September merupakan HANI, jadi bersama anggotanya pihaknya mengajak perwakilan pelajar dan mahasiswa agar dapat penyuluhan akan dampak barang haram ini. Diakuinya, pihaknya pun memberikan pengetahuan akan P4GN, karena banyak sisi efek positif apabila seseorang menggunakan barang haram ini, oleh sebab itu kami sebagai BNK kota Palembang, bekewajiban menyuluhkan dan sosialisasikan ke semua sekolah.

“Berhubung pada 21 September acara tahunan dalam memperingati HANI. Kami pun mendatangkan langsung BNN RI sebagai narasumber atau pemberi materi ke para peserta, sebanyak 500 mulai dari SMP, SMA/SMK dan universitas, tidak hanya itu guru dan dosen di Perguruan Tinggi diundang kemari,” tambahnya.

Sedangkan mengenai Satgas di sekolah-sekolah, saat ini pihaknya sudah membentuk Gerakan Siswa Anti Narkoba (GSAN) yang ada sekolah. “Tugas utama mereka, yakni melihat dan memantau pergerakan baik itu teman maupun dilingkungan sekolahnya. Mereka akan bertugas melaporkan kepada gurunya, lalu dari sanalah BNK Kota Palembang dapat memberikan binaan jika pelajar tersebut memakai narkoba,” pungkasnya. (korankito.com/eja)