Punti Kayu Cocok Untuk Track Balap Sepeda

img-20160920-wa0022Palembang-Usai berlaga di Sirkuit Track Cikole Bandung, manajemen balap sepeda terinspirasi untuk mengusulkan pembangunan track sepeda di hutan wisata alam Punti Kayu. Pasalnya, track di Cikole Bandung sama persis dengan hutan Punti Kayu dan diakui Palembang belum memiliki track pebalap sepeda. Padahal banyak dari berbagai kalangan termasuk atlet dan pengusaha bermain balap sepeda.

Manajer balap sepeda, Permana melihat belum ada track di kota Palembang sehingga akan terasa pas jika pembangunan tersebut bisa terealisasi. “Tentunya tak mengganggu kawasan wisata, selain itu juga sebagai sport tourism bagi Sumsel apalagi menjelang Asian Games 2018,” urainya.

Ia akan mengusulkan hal tersebut kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Selain usulan tersebut, ia juga akan melaporkan hasil perolehan sementara kontingen Sumsel dalam cabor balap sepeda tersebut.

Sebelumnya kontingen balap sepeda Sumsel atas nama Agung Fambudi berada di urutan enam besar dalam perebutan medali. Sumsel sempat unggul ketiga di sidding run dengan catatan waktu 6,27 detik di downhill man elite. Tapi di final kalah cepat rivalnya dengan mengantongi catatan waktu 6,13 detik dengan jarak 3,7 kilometer.

“Kalau tidak jatuh sebetulnya bisa dapat perak. Tapi memang cuaca hujan dan kompetisi tetap jalan,” ujarnya.

 

Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumsel, Leonardi Sohe, menambahkan perjuangan atlet harus dihargai lantaran memang perebutan medali ini ketat.

“Ini PON pertama untuk sepeda, meskipun belum dapat medali, bukan berarti kecewa karena kita sudah diurutan enam besar dari Agung,” ujarnya. korankito.com/resha