Lahat Dorong Penambahan Tenaga Medis

lahat-dorong-penambahan-tenaga-medisPelayanan kesehatan yang prima sangat dibutuhkan masyarakat  oleh sebab itu dibutuhkan tenaga medis lebih banyak terutama untuk desa terpencil.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat meminta kepada pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus untuk itu, terutama untuk Bumi Seganti Setungguan.

‘’Maka kita mendorong agar pemerintah pusat, Kemenpan dan Reformasi Birokrasi untuk memperhatikan para tenaga media khususnya di Kabupaten Lahat,’’ ujar Bupati Lahat H Aswari Rivai, kepada Koran Kito, beberapa waktu lalu.

Aswari mengungkapkan, dibutuhkan tenaga medis yang baik dan profesional untuk dua puskesmas di Kecamatan Kikim Barat, Lahat, yang harus melayani masyarakat di 16 desa. ‘’Sebagian besar masyarakat di sana tidak memungkinkan untuk berobat ke Kota Lahat dengan waktu tempuh 2 jam,’’ paparnya.

Tenaga kesehatan yang ada di Lahat belum mencukupi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara ideal. Tercatat, saat ini Lahat baru memiliki 39 dokter terdiri dari 26 dokter umum, lima dokter gigi berstatus PNS sementara delapan dkter gigi lagi masih berstatus pegawai tidak tetap (PTT) yang ditempatkan di 31 Puskesmas. Jumlah tenaga dokter itu  masih sangat kurang sebab idealnya satu puskesmas memiliki dua orang dokter. Selain dokter, tenaga medis lainnya yakni bidan tercatat ada 169 bidan berstatus PNS, 88 bidan PTT pusat, dan 40 berasal dari PTT daerah. Jumlah ini terbilang masih belum mencukupi, mengingat jumlah desa di Kabupaten Lahat ada 376 desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat, H. Rasyidi Amri mengungkakan, kendati masih kekurangan tenaga dokter, namun pihaknya telah menempatkan tenaga bidan di sebagian besar desa di Kabupaten Lahat. ‘’Kami telah mengusulkan penambahan tenaga dokter dan bidan setiap tahunnya, sehingga mencukupi kebutuhan tenaga medis, namun  realisasi usulan itu tergantung keputusan pemerintah pusat,’’ paparnya.

Dengan pelayanan prima, tambahnya, dapat membantu melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat di desa tak perlu lagi mendatangi rumah sakit, karena sudah ada tenaga medis di masing-masing desa. Penduduk desa cukup mendatangi puskesmas atau bidan desa, sehingga dapat mempercepat pelayanan. Apabila penyakit yang diidap memerlukan penanganan lebih serius, barulah dapat dirujuk ke rumah sakit.

Di lain pihak, Kepala Puskesmas Desa Wanaraya, H Wastan mengungkapkan, pelayanan kesehatan di Puskesmas Wanaraya terus dioptimalkan khususnya bagi lansia, ibu hamil dan balita.

Dia menyebutkan, jadwal pelayanan jemput bola,  memeriksa pasien bergiliran di tujuh desa, memberikan pelayanan lewat Posyandu balita dan Posyandu lansia membantu mereka melayani kesehatan warga. “Biasanya kami giliran ke lapangan, berjalan kaki hingga beberapa kilometer, sebab kendaraan Puskesmas juga tidak bisa menjangkaunya. Ke tempat warga yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan,” papar Wastan.

Ditambahkan Wastan yang pernah menjadi paramedis teladan juga dan mendapat penghargaan tingkat nasional, tidak membuat mereka surut melayani. Meski di Puskesmasnya, pegawai yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dua orang yakni satu bidan dan satu perawat, mereka harus benar-benar belajar memaksimal dan kemampuan melayani pasien. “Setiap ke desa jalan dari setengah jam hingga satu jam. Pasien yang datang ke Puskesmas sudah tidak banyak lagi karena mereka sudah tahu jadwal kunjungan kami, kecuali ada pasien yang parah,” lanjutnya.

Dia berharap, tenaga medis untuk puskesmas yang berstatus PNS bisa ditambah terutama tenaga dokter, bidan dan perawat.adv/hms