UNSRI Goes To WCU

img-20160823-wa0013

Palembang – Universitas Sriwijaya (Unsri) terus berbenah diri, guna menuju World Class University (WCU). Dalam waktu dekat ini, Unsri akan menerapkan sistem smart campus atau kampus pintar, dimana nantinya akan dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa untuk semua keperluan. Jadi, mahasiswa dan dosen tidak perlu repot lagi, cukup satu kartu, mereka bisa melakukan absensi, pembayaran SPP/UKT dan urusan lain dalam bidang akademik.

Rektor Unsri, Anis Sagaff mengatakan, semua mahasiswa dan dosen akan difasilitasi dengan satu kartu identitas (Smart Campus) yang menggunakan teknologi. Namun, saat ini masih tengah dikaji dan dikerjakan oleh tenaga ahli bidang informasi dan teknoloi (IT). Sebab, semuanya harus terintegrasi dengan proses perkuliahan, pembayaran SPP, absensi, dan urusan lainnya.

“Kartu ini juga menjadi akses kunci untuk masuk ke dalam kampus, sehingga keamanan kampus lebih terjaga,” kata Anis di ruang kerjanya, Jum’at (16/9).

Sistem ini, lanjutnya, menduplikasi pada universitas yang ada di Malaysia, dan saat ini mulai diterapkan di beberapa fakultas seperti fakultas teknik. Intinya manfaat dari kartu ini lebih aman, hanya mahasiswa atau dosen  punya kartu identitas ini saja yang bisa masuk wilayah ini.

“Kedepan, tidak hanya fakultas teknik saja yang menggunakannya, akhir tahun semua mahasiswa baru juga akan difasilitas dengan kartu ini, dan secara berangsur akan diterapkan ke semua mahasiswa. Tentu saja dengan tujuan untuk meningkatkat pelayanan bagi mahasiswanya.

Menurut Anis, persiapan lain yang dilakukan untuk menuju WCU adalah mengejar akreditas A untuk institusi. Paling lambat pada bulan Oktober nanti akan dilakukan reakreditasi. Setelah mendapat akreditas A, Unsri juga harus menjadi perguruan tinggi negeri yang mandiri atau lebih dikenal dengan istilah badan hukum milik negara (BHMN).

“Dengan BHMN ini, semua kewenangan tidak lagi diatur oleh Dikti melainkan oleh Unsri sendiri, termasuk mengenai ujian kuliah tunggal (UKT). Insyallah semua ini akan kita dapatkan secara berangsur. Tak hanya itu untuk mejadi univeritas kelas dunia semua sarana prasana harus berbasis multimedia,” pungkasnya. (korankito.com/eja)