Spesialis Begal Ditangkap Polda

img_9737

Palembang – Usni Thamrin (43) Warga Dusun l Desa Penandingan RT 01 Kelurahan Penandingan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, harus merasakan timah panas milik petugas Jatanras Polda Sumsel, lantaran dirinya terbukti melakukan pembegalan sebanyak dua kali dan Aksi curanmor.

Informasi yang dihimpun, tersangka ditangkap petugas di desa Tanjung Tiga Kabupaten Banyuasin sesaat tengah beristirahat dirumah kakaknya, Selasa (13/9). Penangkapan tersangka, berawal saat korban Gani melaporkan telah menjadi korban pembegalan oleh tersangka Usni dan Salim (DPO).

Dihadapan petugas, tersangka mengaku jika saat melakukan aksi begal yang terakhir, dirinya menggiring korban dan membuat korban terjatu sebelum merampas motor korban, di Desa Kemang Dua Kabupaten Banyuasin.

“Waktu itu korban sudah kami buntuti pak, nah kami buat korban terjatuh. Saat itulah kami lakukan perampasan motor milik korban,” ungkap Usni saat diamankan di Polda Sumsel, k

Kamis (15/8).

Selain itu dirinya mengatakan, saat itu Salim langsung menodongkan senpi ke arah korban. Karena korban ketakutan akhirnya korban menyerahkan sepeda motor miliknya. “Korban saat itu langsung menyerahkan motornya karena takut salim mengancam menggunakan senpi,” katanya.

Dan tersangka mengaku jika motor yang dirampasnya belum dijual melainkan disimpan dikediamannya. Sedangkan untuk pembegalan yang pertama, dirinya mendapatkan bagian sebesar Rp 700ribu. “Saya dapat Rp 700ribu pak, saya gunakan untuk beli beras dan biaya empat anak saya,” akunya.

Sementara itu, Dirditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TH Monang menjelaskan, jika tersangka merupakan specialis dalam tindak kriminal pembegalan. Bahkan aksi yang kedua, korbannya merupakan anggota TNI beserta istrinya yang saat itu akan pergi ke puskesmas di daerah Pangkalan Balai.

“Tersangka saat ini sudah kita tahan, dan tersangka merupakan specialis begal yang sudah beraksi beberapa kali ditempat yang berbeda. Untuk pelaku lain kita juga tengah lakukan pengejaran. Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” pungkas TH Monang.(korankito.com/kardo)